Bab 1_TA 2026 Shakila Aurelia Wulandari 12522058
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 2_TA 2026 Shakila Aurelia Wulandari 12522058
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 3_TA 2026 Shakila Aurelia Wulandari 12522058
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 3_TA 2026 Shakila Aurelia Wulandari 12522058
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 4_TA 2026 Shakila Aurelia Wulandari 12522058
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 5_TA 2026 Shakila Aurelia Wulandari 12522058
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Daftar Pustaka_TA 2026 Shakila Aurelia Wulandari 12522058
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Industri pertambangan emas menggunakan karbon aktif dalam proses carbon-inleach
(CIL) untuk me-recover emas terlarut dari larutan sianida. Selama sirkulasi,
sebagian karbon mengalami atrisi dan membentuk fine carbon yang masih
membawa Au, Ag, dan Cu sehingga berpotensi menimbulkan kehilangan logam
berharga. Gold transfer process (GTP) menawarkan alternatif recovery dengan
memindahkan emas dari fine carbon ke virgin carbon melalui kontak dalam larutan
sianida. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi fine carbon, menganalisis
pengaruh konsentrasi awal sianida, densitas pulp, rasio FC:VC, dan ukuran partikel
virgin carbon, serta menentukan kondisi operasi terbaik, dan mengevaluasi perilaku
transfer emas melalui pengujian kinetika dan multi-stage. Penelitian dilakukan
menggunakan karbon halus produk samping proses adsorpsi emas dari tambang
emas Gosowong, PT Nusa Halmahera Minerals.
Penelitian diawali dengan preparasi dan karakterisasi fine carbon untuk mengetahui
kadar logam, komposisi anorganik, fasa mineral, morfologi permukaan, distribusi
unsur, dan gugus fungsi. Percobaan GTP dilakukan dengan metode bottle roll.
Optimasi dilakukan secara sekuensial menggunakan metode one-factor-at-a-time
(OFAT) melalui variasi konsentrasi awal ion sianida, densitas pulp, rasio FC:VC,
dan ukuran partikel virgin carbon. Kondisi operasi terbaik yang diperoleh
kemudian digunakan pada pengujian kinetika selama 2, 4, 8, 12, 24, 48, dan 72 jam
serta pengujian multi-stage dua tahap untuk mengevaluasi perkembangan dan
kinerja transfer logam.
Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa fraksi anorganik fine carbon didominasi
Ca sebesar 69,86% dan Si sebesar 11,88%, dengan kalsit dan kuarsa sebagai fasa
dominan serta keberadaan Ca dan Si pada permukaan partikel. FTIR menunjukkan
perubahan karakteristik permukaan dari virgin carbon ke fine carbon yang
mengindikasikan fouling oleh senyawa anorganik. Berdasarkan rangkaian
pengujian, kondisi operasi terbaik diperoleh pada konsentrasi awal ion sianida
0,10%, densitas pulp 40% solid, rasio FC:VC 1:2, dan seluruh fraksi ukuran virgin
carbon, dengan transfer 32,26% Au, 83,38% Ag, dan 61,16% Cu. Pengujian
kinetika menunjukkan transfer logam masih meningkat hingga 72 jam dan belum
mencapai kesetimbangan dengan recovery sebesar 42,22% Au, 87,48% Ag, dan
59,07% Cu. Sementara itu, pengujian multi-stage dua tahap menghasilkan recovery
total sebesar 43,70% Au, 88,90% Ag, dan 81,86% Cu.
Perpustakaan Digital ITB