BAB 1 - Rayhan Faiz Atmaja
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2- Rayhan Faiz Atmaja
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Rayhan Faiz Atmaja
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Rayhan Faiz Atmaja
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Rayhan Faiz Atmaja
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Rayhan Faiz Atmaja
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Emas (Au) merupakan salah satu logam berharga dengan nilai ekonomi tinggi yang
banyak dimanfaatkan dalam bidang industri maupun investasi. Menurunnya
ketersediaan bijih berkadar tinggi mendorong perkembangan teknologi pengolahan
emas berbasis karbon, salah satunya carbon-in-leach (CIL), yang mampu mengolah
bijih berkadar rendah. Namun, selama proses CIL berlangsung, karbon aktif
mengalami abrasi sehingga terbentuk karbon halus yang terbawa bersama aliran
tailing. Karbon halus tersebut masih mengandung logam berharga dengan kadar
emas yang dapat mencapai 1500 g Au/ton karbon halus, sehingga diperlukan
metode pengolahan untuk memulihkan kembali Au dan Ag yang masih terkandung
di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengoptimisasi proses
pengabuan dan pelindian emas dari karbon halus dengan proses CIL.
Penelitian ini diawali dengan proses pengabuan (ashing) terhadap karbon halus
pada temperatur 750 °C selama 64 jam sebagai tahap pra-perlakuan untuk
mengurangi kandungan karbon sebelum proses ekstraksi logam berharga. Abu hasil
pengabuan kemudian diproses menggunakan metode CIL melalui pengujian bottle
roll test. Optimasi proses dilakukan menggunakan pendekatan sekuensial One-
Factor-at-a-Time (OFAT) dengan variasi dosis NaCN, persen padatan, dosis
karbon aktif baru (virgin carbon), dan waktu proses. Pengaruh parameter terhadap
recovery Au dan Ag dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA),
sedangkan recovery logam ditentukan berdasarkan hasil analisis kadar Au dan Ag.
Seluruh rangkaian penelitian dilakukan di Laboratorium Metalurgi PT Nusa
Halmahera Minerals (NHM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengabuan karbon halus yang
dilanjutkan dengan CIL mampu menghasilkan recovery Au dan Ag dari material
hasil samping proses CIL. Evaluasi metode pengolahan menunjukkan bahwa
penerapan CIL menghasilkan peningkatan recovery dibandingkan sianidasi
langsung, yaitu dari 1% menjadi 57% untuk Au dan dari 1% menjadi 9% untuk Ag.
Optimasi parameter proses menghasilkan kondisi optimum pada dosis NaCN
sebesar 11 kg/ton, persen padatan 15%, dan dosis karbon aktif baru sebesar 150
kg/ton dengan persen recovery Au dan Ag masing-masing sebesar 73% dan 19%.
Evaluasi pengaruh waktu proses menunjukkan bahwa peningkatan waktu pelindian
hingga 48 jam meningkatkan recovery Au hingga mencapai 74%, sedangkan
recovery Ag relatif stabil pada kisaran 9–13%.
Perpustakaan Digital ITB