digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Putri Dzakiyah Suharyono [19222023]
Terbatas  Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan

Inkubator bisnis berbasis universitas dipandang sebagai penghubung penting dalam memfasilitasi bisnis rintisan dengan menggabungkan sumber daya akademis dengan layanan inkubasi bisnis. Meskipun inkubator bisnis semakin banyak didirikan, hanya sedikit penelitian yang dilakukan untuk mengukur dampak layanan inkubasi bisnis terhadap pengembangan kemampuan kewirausahaan, kecuali kinerja bisnis jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan pengembangan bisnis yang diberikan oleh The Greater Hub SBM ITB, yang berafiliasi dengan Institut Teknologi Bandung. Penelitian ini berfokus pada pengukuran dampak layanan terhadap kemampuan menengah, yaitu peningkatan dampak sosial dan pembangunan aliansi, dan pengaruhnya terhadap logika pengambilan keputusan kewirausahaan, yaitu kausalitas dan eksperimentasi & kerugian yang terjangkau. Pendekatan penelitian kuantitatif, yaitu penelitian penjelasan kuantitatif, digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan inkubasi bisnis yang diberikan oleh The Greater Hub SBM ITB dalam mengembangkan kemampuan menengah dan pengaruhnya terhadap logika pengambilan keputusan kewirausahaan. Populasi penelitian ini terdiri dari 266 startup yang telah diinkubasi di The Greater Hub SBM ITB dari tahun 2019 hingga 2025. Pemodelan persamaan struktural digunakan sebagai teknik analisis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan pengembangan bisnis memiliki dampak yang kuat pada pembangunan aliansi ekosistem dan bahwa dampak tersebut terbatas pada kemampuan penskalaan. Penskalaan dampak sosial terkait positif dengan perencanaan terstruktur, sementara pembangunan aliansi sangat terkait dengan pengambilan keputusan yang adaptif dalam lingkungan yang tidak pasti. Studi ini menyimpulkan bahwa inkubator berbasis universitas harus dinilai berdasarkan kapasitas mereka untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan daripada berfokus pada kriteria berbasis output.