digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Alicia Zalfaa Jatnika
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Pariwisata bahari merupakan salah satu sektor potensial dalam mendukung ekonomi biru di Indonesia, dimana kecerahan dan warna air laut menjadi indikator utama keberhasilan dan daya tarik ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecerahan air berdasarkan Forel-Ule Index (FUI) dan kedalaman secchi disk serta menganalisis pengaruhnya terhadap kesesuaian wisata bahari di Perairan Utara Jawa bagian barat pada periode Januari hingga Desember 2025. Nilai FUI dan SDD diturunkan dari data Remote Sensing Reflectance satelit ESA-OC-CCI menggunakan algoritma penentuan sudut warna CIE 1931 dan model Quasi-Analytical Algorithm (QAA). Parameter oseanografi tambahan seperti tinggi gelombang signifikan dan kecepatan arus dari dataset CMEMS dianalisis hubungannya dengan variabilitas kecerahan air menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi spasial dan temporal yang signifikan di daerah kajian. Perairan Kepulauan Seribu dan Pulau Tunda memiliki tingkat kejernihan tinggi dengan nilai FUI berkisar antara 3 – 4 dan nilai SDD mencapai 11–15 meter, sehingga sangat potensial dan mendukung aktivitas wisata bahari berbasis visual seperti snorkeling dan diving. Sebaliknya, Perairan Teluk Jakarta dan Teluk Banten cenderung lebih keruh dengan nilai FUI berkisar 5–8 (hijau-kekuningan) dan nilai SDD berkisar 4–7 meter, sehingga kurang mendukung aktivitas penyelaman. Validasi data lapangan menggunakan alat midi- secchi disk di Pulau Tunda menunjukkan nilai FUI sekunder sebesar 6 dan SDD sebesar 7,65 meter. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah bagi pengelolaan dan pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan di pesisir utara Jawa bagian barat.