digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan teknologi RADAR menuntut sistem yang memiliki resolusi deteksi tinggi, efisiensi spektrum, dan fleksibilitas implementasi. Software Defined Radio (SDR) memungkinkan realisasi sistem radar pulse compression secara fleksibel tanpa perangkat keras khusus yang mahal. Penelitian ini mengevaluasi dan membandingkan kinerja waveform Linear Frequency Modulation (LFM) dan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada sistem radar pulse compression berbasis SDR. Diimplementasikan pada tiga platform berbeda (ADALM-PLUTO, USRP B210, dan NI PXIe-5644R VST) dalam konfigurasi radar monostatik dengan parameter terstandardisasi (fc = 3 GHz, B = 2,5 MHz, fs = 10 MHz). Evaluasi dilakukan melalui simulasi dan pengujian lapangan, menggunakan parameter PSLR, ISLR, SNR, Peak MF, dan kemampuan deteksi target. Hasil pengujian menunjukkan LFM secara konsisten unggul dibandingkan OFDM (rata-rata PSLR ?21,25 dB berbanding ?17,24 dB, ISLR ?20,73 dB berbanding ?14,72 dB, SNR 32,13 dB berbanding 27,03 dB). Perbandingan langsung keluaran matched filter belum mampu memisahkan echo target dari kebocoran sinyal TX-RX karena resolusi jarak sistem 60 m yang lebih kasar dibandingkan lebar mainlobe leakage ~150 m. Namun, penerapan teknik background cancellation berhasil mengungkap echo target pada rentang ~90 meter secara konsisten pada lima dari enam kombinasi platform-waveform, dengan SNR residual 4,77–24,20 dB. Sebagai nilai tambah, waveform OFDM yang sama juga berhasil didemonstrasikan sebagai media transmisi data digital, dengan payload 64-bit (8 karakter ASCII) berhasil didekode dengan benar pada pengujian lapangan, membuktikan kelayakan OFDM sebagai waveform radar sekaligus sarana komunikasi (dual-function). Konsistensi posisi target di seluruh platform menunjukkan algoritma pulse compression yang dikembangkan bersifat hardware-independent dan reproducible, memberikan validasi eksperimental lintas platform SDR yang masih jarang dilaporkan pada penelitian terdahulu.