Penelitian ini mengevaluasi sistem drainase eksisting dan skenario ekodrainase di Kawasan Permukiman Griya Bukit Mas, Kabupaten Bandung, menggunakan EPA Storm Water Management Model (SWMM) 5.2. Hujan rencana sebesar 114,07, 132,13, dan 151,45 mm diperoleh untuk periode ulang 5, 10, dan 25 tahun. Sistem drainase eksisting dievaluasi pada ketiga periode ulang tersebut, sedangkan pemanenan air hujan (RWH), sumur resapan (IW), dan skenario gabungan dievaluasi pada periode ulang 5 tahun. Pada kondisi eksisting, tujuh saluran beroperasi pada atau melebihi kapasitas tampungnya dan 15 junction mengalami banjir, dengan JN19 dan JN14 menghasilkan volume banjir tertinggi masing-masing sebesar 8,629 × 10? L dan 6,000 × 10? L. Total volume limpasan meningkat sebesar 33,0% dan jumlah junction yang mengalami banjir meningkat dari 15 menjadi 17 antara periode ulang 5 dan 25 tahun. Area penerapan ekodrainase ditentukan berdasarkan kontribusi limpasan, konektivitas hidraulik, dan kondisi kritis sistem drainase. Di antara metode individual yang dievaluasi, RWH memberikan peningkatan hidraulik terbesar, dengan reduksi total volume limpasan sebesar 17,14% dan reduksi debit puncak pada saluran kritis sebesar 9,80%. Evaluasi kedalaman sumur resapan menunjukkan bahwa peningkatan reduksi debit puncak mengalami stagnasi pada kedalaman lebih dari 2 m. Berdasarkan kinerja hidraulik, estimasi biaya implementasi, dan kelayakan penerapan, RWH-H + IW-M dengan kedalaman IW 2 m dipilih sebagai konfigurasi yang sesuai. Konfigurasi tersebut menghasilkan reduksi volume limpasan sebesar 17,24%, reduksi volume banjir sebesar 17,47%, dan reduksi debit puncak sebesar 42,87%, dengan estimasi biaya implementasi sebesar Rp462,33 juta. Konfigurasi ini juga menggeser lokasi pengendali respons hidraulik dari CN3 menjadi CN6 dan menghilangkan banjir pada satu junction yang sebelumnya terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metode pengendalian limpasan dari sumbernya dapat mengurangi beban hidraulik dengan tetap mempertimbangkan kinerja hidraulik, kebutuhan ekonomi, dan kebutuhan implementasi.
Perpustakaan Digital ITB