digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800








DAFTAR PUSTAKA RIZKY FADILAH
EMBARGO  2029-08-10 

LAMPIRAN RIZKY FADILAH
EMBARGO  2029-08-10 

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan penyaluran langsung tunjangan guru sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Aparatur Sipil Negara Daerah. Kebijakan tersebut mengubah mekanisme penyaluran tunjangan dari sistem berjenjang melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) menjadi mekanisme transfer langsung dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke rekening pribadi guru. Fokus penelitian ini meliputi identifikasi perubahan sistem yang terjadi, analisis kelebihan dan kekurangan pada implementasi kebijakan, serta evaluasi dampaknya terhadap kinerja dan motivasi Guru Aparatur Sipil Negara Daerah (ASND) pada SMA Negeri di Kota Cirebon. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain exploratory sequential. Tahap awal dilakukan melalui pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi perubahan sistem serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan implementasi kebijakan kemudian dianalisis menggunakan kerangka Teori Implementasi Kebijakan George C. Edwards III. Selanjutnya, pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Retrospective Pre-test Post-test digunakan untuk menguji pengaruh kebijakan terhadap kinerja dan motivasi guru. Data kuantitatif diperoleh dari 346 responden melalui kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test sebagai metode utama karena sebagian besar variabel tidak memenuhi asumsi normalitas, sedangkan paired sample t-test digunakan sebagai analisis pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan berhasil menyederhanakan birokrasi penyaluran tunjangan serta meningkatkan efisiensi administrasi melalui digitalisasi proses pelayanan. Meskipun demikian, pelaksanaan kebijakan masih menghadapi beberapa kendala, terutama terkait beban kerja sumber daya manusia, kurang optimalnya sosialisasi ketentuan teknis, serta penyelesaian kasus kekurangan pembayaran tunjangan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap mekanisme penyaluran tunjangan baru mengalami peningkatan yang signifikan (Z = -8,964; p = 0,0000), sedangkan perubahan pada kinerja mengajar (Z= -1,325; p = 0,1852) dan motivasi kerja guru (Z= -1,874 = 0,0610) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Temuan tersebut mengindikasikan adanya ceiling effect, yaitu kondisi ketika tingkat kinerja dan motivasi guru telah berada pada kategori tinggi sebelum kebijakan diterapkan sehingga ruang peningkatan menjadi relatif terbatas. Hasil ini juga sejalan dengan Motivation-Hygiene Theory Herzberg yang menjelaskan bahwa tunjangan merupakan hygiene factor, yaitu faktor yang berperan mengurangi ketidakpuasan dalam bekerja namun tidak secara langsung meningkatkan motivasi maupun kinerja. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan penyaluran langsung tunjangan sertifikasi guru memberikan dampak positif terhadap aspek administratif dan persepsi guru terhadap mekanisme penyaluran, namun belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja dan motivasi guru dalam jangka pendek setelah implementasi kebijakan.