Pandemi COVID-19 menciptakan lingkungan yang menantang bagi perusahaan platform digital, ditandai dengan pengetatan pasar modal, tekanan inflasi, dan meningkatnya intensitas persaingan. Dalam konteks ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat, kondisi ini meningkatkan tekanan bagi perusahaan pascaIPO seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) untuk bertransformasi dari strategi berorientasi pertumbuhan menuju profitabilitas yang berkelanjutan.
Penelitian ini menganalisis determinan profitabilitas keuangan GoTo pada periode pasca-IPO dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Profitabilitas diukur melalui dua indikator, yaitu Return on Assets (ROA) yang merepresentasikan efisiensi operasional internal, serta Return on Equity (ROE) yang mencerminkan kinerja berbasis pemegang saham. Data kuartalan periode 2022–2025 dianalisis menggunakan model regresi runtun waktu dengan memasukkan variabel dummy IPO dan interaksi untuk menangkap efek struktural pasca-IPO. Uji stasioneritas dilakukan menggunakan Augmented Dickey–Fuller (ADF), dan standar error Newey–West digunakan untuk memastikan estimasi yang robust.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal organisasi berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, dengan EBITDA margin sebagai satu-satunya determinan ROA yang signifikan. Sebaliknya, faktor eksternal seperti persaingan, kepercayaan bisnis, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE dalam jangka pendek. Temuan ini mengindikasikan bahwa profitabilitas pasca-IPO GoTo lebih ditentukan oleh eksekusi internal dibandingkan kondisi pasar eksternal.
Perpustakaan Digital ITB