Penelitian ini mengkaji inefisiensi kritis dan risiko pengendalian dalam proses
konsolidasi keuangan manual di PT Hutama Karya, BUMN infrastruktur Indonesia
Meskipun sistem ERP SAP telah diterapkan untuk menstandarkan proses
keuangan, konsolidasi laporan keuangan secara grup masih dilakukan secara
manual dengan menggunakan spreadsheet untuk pengumpulan data, eliminasi
transaksi antar entitas, dan rekonsiliasi. Ketergantungan pada proses manual ini
meningkatkan risiko kesalahan manusia, ketidakkonsistenan kebijakan akuntansi,
serta potensi kecurangan. Dengan metodologi studi kualitatif berdasarkan
kerangka COSO (2013), penelitian ini mengevaluasi efektivitas Internal Control
over Financial Reporting (ICFR). Data dari wawancara semi-terstruktur dan
analisis dokumen internal dinilai secara tematik terhadap komponen COSO,
mengungkap celah pengendalian signifikan di seluruh lingkungan pengendalian,
penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta aktivitas
pemantauan. Temuan menunjukkan bahwa ICFR saat ini belum sepenuhnya efektif,
dengan kelemahan paling kritis pada ketergantungan proses manual, kesenjangan
integrasi sistem, keterbatasan kompetensi, pengendalian TI yang tidak memadai,
dan ruang lingkup pemantauan yang terbatas. Penelitian ini mengusulkan
kerangka ICFR terintegrasi teknologi yang ditingkatkan berdasarkan otomatisasi,
integrasi, standardisasi, pemantauan real-time, dan pengembangan kompetensi.
Peta jalan implementasi 18 bulan dikembangkan untuk mentransformasi proses
konsolidasi, bertujuan mengurangi siklus konsolidasi, meningkatkan ketepatan
waktu data, meminimalkan defisiensi pengendalian, dan memperkuat kesiapan
audit eksternal. Kerangka yang ditingkatkan memberikan keyakinan memadai atas
pelaporan keuangan, memperkuat tata kelola perusahaan dan kepercayaan
pemangku kepentingan.
Perpustakaan Digital ITB