digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Zakiyah
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Radar cuaca mengestimasi curah hujan berdasarkan reflektivitas yang mewakili ukuran dan konsentrasi butiran hujan (Collier, 1989). Salah satu metode yang umum digunakan adalah hubungan reflektivitas radar–curah hujan (Z–R) Marshall–Palmer, yaitu Z=200R^1,6. Perbedaan karakteristik mikrofisika presipitasi antara wilayah tropis dan wilayah tempat persamaan tersebut dikembangkan dapat menyebabkan estimasi curah hujan mengalami overestimate atau underestimate. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memodifikasi persamaan Marshall–Palmer di wilayah Semarang, Surabaya, dan Kupang dengan menggunakan data reflektivitas radar cuaca C-band serta data curah hujan observasi dari AWS/ARG. Berdasarkan hasil pengolahan, perhitungan, dan analisis, diperoleh bahwa hubungan Z–R hasil modifikasi menunjukkan karakteristik yang berbeda pada setiap wilayah pengamatan. Di wilayah Semarang, AWS UNDIP menunjukkan hasil estimasi curah hujan yang relatif lebih baik dengan persamaan lokal Z= 191,31R^1,34. Di wilayah Surabaya, seluruh lokasi pengamatan menunjukkan hasil estimasi yang relatif lebih baik, dengan persamaan lokal masing-masing yaitu ARG Maritim Perak : Z= 177,54R^1,69, ARG Sidoarjo : Z = 200,45 R^1,62, AWS Digi Stamet Juanda : Z = 297,7 R^1,46, AWS Lamongan : Z = 191,38 R^1,50, Sementara itu, di wilayah Kupang, hasil estimasi yang relatif lebih baik diperoleh pada AWS Digi Stamet Kupang dan AWS Naibonat, masing-masing dengan persamaan Z=270,72R^1,65 dan Z=275,69R^1,89. Perbedaan nilai konstanta a dan eksponen b tersebut menunjukkan bahwa hubungan reflektivitas–curah hujan memiliki karakteristik lokal yang berbeda pada setiap wilayah pengamatan. Oleh karena itu, penggunaan persamaan Z–R lokal dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kesesuaian estimasi curah hujan radar terhadap observasi permukaan dibandingkan penggunaan satu persamaan Marshall–Palmer secara seragam.