Industri pertambangan batubara Indonesia memainkan peran penting dalam mendukung keamanan energi nasional dan menjaga daya saing ekspor. Akibatnya, di Indonesia, kinerja infrastruktur logistik, khususnya fasilitas dermaga, menjadi semakin penting. Dengan meningkatnya produksi batubara karena kerja sama dengan tambang tetangga, dermaga dapat berubah menjadi hambatan operasional yang memengaruhi kapasitas pemuatan, biaya operasional, dan keandalan pengiriman. Studi ini menganalisis kinerja operasional dan keuangan dari tiga fasilitas dermaga yang dioperasikan oleh PT XYZ di Kalimantan Timur untuk menentukan dermaga mana yang dapat memberikan manfaat ekonomi terbesar dan untuk mengevaluasi kelayakan pengembangan infrastruktur lebih lanjut. Penilaian menggunakan pendekatan biaya manfaat operasional berdasarkan pengeluaran operasional arus kas, didukung oleh efisiensi dengan ukuran seperti margin laba kotor dan margin laba bersih. Berdasarkan hasil perbandingan, analisis Arus Kas Terdiskonto (Discounted Cash Flow/DCF) digunakan pada setiap dermaga untuk menilai kelayakan proyek pengembangan konveyor yang diusulkan menggunakan Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value/NPV), Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return/IRR), dan Periode Pengembalian Modal (Payback Period/PPP). Dan hasilnya menunjukkan perbedaan yang jelas dalam kemampuan menghasilkan kas dan efisiensi operasional di antara ketiga dermaga, dan satu fasilitas menunjukkan kontribusi ekonomi yang lebih kuat dan kinerja keuangan yang lebih baik. Selain itu, analisis arus kas terdiskonto menunjukkan bahwa pengembangan konveyor yang diusulkan layak secara finansial dan dapat membantu meningkatkan kapasitas operasional jangka panjang. Secara keseluruhan, studi ini menyajikan praktik evaluasi berbasis kas di tingkat fasilitas yang dapat mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih tepat dalam infrastruktur logistik batubara.
Perpustakaan Digital ITB