digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Teknik penginderaan jauh memakai wahana satelit telah sering dimanfaatkan dalam estimasi jumlah penduduk seperti yang dilakukan oleh Deonald (2007) dan Meilania sari (2008) dengan pendekatan land use density, dan Trio (2011) dengan pendekatan nilai spektral. Dari ketiga penelitian itu mereka menggunakan pola regresi liniear dengan perhitungan kuadrat terkecil parameter. Perhitungan ini mempunyai kelemahan karena dalam perhitungan itu memberikan semua nilai kesalahan kepada variabel terikat yang dimana seharusnya nilai variabel terikat ini menjadi nilai yang paling benar. Dengan itu dalam penelitian ini menggunakan perhitungan kuadrat terkecil kombinasi yang dimana perhitungan ini juga memperhitungkan kesalahan yang terdapat pada data variabel bebas. Penelitian ini juga mengembangkan metode estimasi populasi penduduk Kota Bandung menggunakan citra Landsat 5 TM dengan pendekatan Land use density. Citra ini diklasifikasikan berdasarkan land use land cover (LULC) menggunakan metode maximum likelihood classification (MLC) untuk mengklasifikasikan citra Landsat 5 TM menjadi kawasan perumahan kepadatan tinggi, kawasan perumahan kepadatan sedang, kawasan perumahan kepadatan rendah. Setelah itu jumlah piksel untuk kawasan perumahan tersebut tiap kecamatan menjadi variabel bebas untuk mengestimasi populasi penduduk yang dimana dalam perhitungan ini adalah sebagai variabel terikat. Analisis regresi linier digunakan untuk mengetahui korelasi antara kedua variabel tersebut dan membentuk persamaan matematik dengan populasi penduduk merupakan fungsi dari variabelvariabel bebas. Sehingga diperoleh kesalahan rata-rata relatif estimasi populasi penduduk Kota Bandung tahun 2005 sebesar 21,28%.