digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pertumbuhan transportasi udara meningkatkan emisi dan kebisingan di sekitar bandar udara sehingga diperlukan pendekatan yang merepresentasikan kondisi operasi aktual. Penelitian ini mengembangkan estimasi emisi siklus Landing and Take-Off (LTO) dan pemodelan distribusi kebisingan berbasis lintasan Automatic Dependent Surveillance–Broadcast (ADS-B) di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Analisis menggunakan 7.049 data penerbangan Lalu Lintas Angkutan Udara dan 1.099 rekaman penerbangan ADS-B selama 22–28 September 2025. Emisi dihitung dengan mengintegrasikan karakteristik pesawat dan mesin, waktu operasi, fuel flow, serta emission index dari ICAO Engine Emissions Databank. Kebisingan pesawat A320 dan Boeing 737-800 pada landasan 07R/25L dimodelkan menggunakan parameter LAmax dan kurva Noise–Power–Distance, kemudian dipetakan menggunakan QGIS. Hasil penelitian menunjukkan total emisi sebesar 135.526,63 kg/minggu atau rata-rata 19.360,95 kg/hari, dengan NOx sebagai polutan dominan. Simulasi single-engine taxi menurunkan total emisi menjadi 115.747,88 kg/minggu atau sebesar 14,59%. Nilai LAmax berada pada kisaran 66–80 dB(A), dengan fase keberangkatan menghasilkan tingkat dan penyebaran lateral kebisingan yang lebih besar daripada fase kedatangan. Pendekatan ini dapat mendukung inventarisasi emisi, evaluasi kebisingan, dan pengelolaan bandar udara berkelanjutan.