digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Metode untuk mengetahui keadaan ekosistem hutan ialah dengan melakukan penghitungan biomassa. Estimasi biomassa dapat dilakukan dengan menggunakan allometrik yang membutuhkan nilai parameter-parameter tertentu. Beberapa contoh parameter biomassa diantaranya ialah diameter batang pohon, tinggi tajuk pohon, tinggi pohon, dan lain-lain. Parameter biomassa dapat terbentuk pada setiap pohon yang kemudian dapat menggambarkan proses interaksi satu pohon dengan pohon yang lainnya. Salah satu metode untuk estimasi parameter biomassa dan proses interaksi antar pohon ialah dengan melakukan pemodelan dari kondisi pepohonan menggunakan Terrestrial Laser Scanner (TLS). Tujuan dari penelitian Tugas Akhir ini ialah menghasilkan nilai 12 parameter biomassa dan interaksi antar pohon, membandingkan beberapa nilai parameter hasil ukuran TLS dengan metode konvensional, dan mengetahui estimasi waktu penggunaan TLS untuk akuisisi data. Metodologi yang digunakan pada penelitian tugas akhir ini adalah studi literatur, pembuatan rencana pengukuran, melaksanakan pengambilan data, pengolahan data TLS, menentukan sampel pohon, mengukur 12 parameter dan melakukan validasi hasil pengukuran TLS dengan membandingkan hasil pengukuran menggunakan pita ukur atau distometer. Hasil penelitian berupa nilai ukuran 12 parameter biomassa dan interaksi antar pohon untuk 9 objek sampel yang terdiri dari 17 pohon, dimana objek sampel tersebut mencakup 6 jenis pohon. Hasil pengukuran menggunakan TLS dapat dinyatakan valid, karena perbedaan hasil ukuran TLS dengan hasil ukuran pita ukur dan distometer sebesar 0.0 cm – 3.8 cm. Estimasi waktu pengambilan data TLS ialah 19 jam 28 menit dan dianggap cukup efektif untuk area Taman Lansia seluas 1.45 hektar.