Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kinerja dari inisiatif ESG yang ditandai dengan skor perusahaan akan mempengaruhi nilai perusahaan, yang diproksikan dengan Price to Earnings Ratio (PER) pada industri yang sensitif terhadap lingkungan di Indonesia. Dampak kinerja ESG terhadap nilai perusahaan dalam jangka panjang telah menjadi perhatian dan dianggap memiliki pengaruh strategis terhadap nilai perusahaan, terutama pada perusahaan yang memiliki eksposur terhadap risiko lingkungan dan sosial seperti pertambangan, energi, dan pertanian. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan bukti empiris untuk total nilai ESG dan masing-masing pilar, untuk dampaknya terhadap nilai perusahaan, menggunakan metode regresi panel data.
Hasil empiris menunjukkan bahwa skor ESG yang komprehensif berpengaruh positif dan signifikan terhadap PER. Dari ketiga dimensi ESG, pengaruh yang paling kuat dan signifikan secara statistik adalah pengaruh pilar Sosial (SOC) terhadap nilai perusahaan, sedangkan pilar Lingkungan (ENV) secara statistik tidak signifikan dan Tata Kelola (GOV) menunjukkan hubungan yang negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor di industri yang sensitif terhadap lingkungan di Indonesia bereaksi paling banyak terhadap kinerja sosial, yang mereka anggap sebagai indikator untuk mengukur keselamatan operasional, pengendalian risiko, dan keberhasilan jangka panjang yang berkelanjutan. Sebaliknya, kami menemukan pilar Tata Kelola (GOV) memiliki arah yang berlawanan dengan P/E, tentang peran pembeda dari sisi tata kelola, mungkin karena penerapannya yang formalistik dan seragam di tingkat perusahaan.
Pemahaman tentang ketiganya. Pertama, Teori Pemangku Kepentingan didasarkan pada fakta bahwa SOC merupakan hal yang paling berpengaruh pada perusahaan, karena fakta-fakta ini juga memberikan pengetahuan terhadap keterlibatan terhadap pemangku kepentingan dan kepentingan mereka, seperti keterlibatan masyarakat dan praktik-praktik yang lebih ramah lingkungan. Kedua, Shareholder Theory menyatakan bahwa pengungkapan ESG, khususnya dalam SOC dan ENV, bertindak sebagai sinyal yang kredibel atas kualitas dan prospek perusahaan dalam kondisi informasi yang tidak simetris. Ketiga, Teori Legitimasi menekankan bahwa kinerja ESG, terutama dalam hal sosial, membantu perusahaan dalam memperoleh izin sosial untuk beroperasi, yang memiliki arti penting dalam industri yang dikenal mudah berubah dan cenderung menimbulkan perselisihan dan pengawasan sosial.
Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajer perusahaan, investor, dan regulator. Penelitian ini mendorong organisasi untuk memperkuat komitmen sosial dan lingkungan mereka, tidak hanya dari sudut pandang kepatuhan, tetapi yang lebih penting adalah sebagai pertumbuhan intrinsik dan strategi penilaian. Investor harus mempertimbangkan kemampuan ESG terutama SOC dalam proses pengambilan keputusan mereka. Regulator dan pembuat kebijakan harus meningkatkan kualitas dan standarisasi pengungkapan ESG dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa praktik tata kelola yang baik tidak hanya sekadar latihan mencentang kotak, tetapi juga merupakan sumber nilai pemangku kepentingan yang sesungguhnya.
Perpustakaan Digital ITB