digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pengembangan paket wisata sepeda listrik dalam konteks pariwisata berkelanjutan memerlukan pemahaman mengenai nilai yang dipersepsikan calon konsumen agar rancangan layanan tidak hanya didasarkan pada perspektif penyedia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur perceived value calon konsumen terhadap paket wisata sepeda listrik, menganalisis hubungannya dengan Niat Perilaku, serta menggunakan integrasi temuan sebagai dasar pengembangan proposisi nilai dan Business Model Canvas rekomendasi. Penelitian menggunakan desain exploratory sequential mixed methods. Fase kualitatif dilakukan melalui wawancara semiterstruktur dengan tiga aktor lapangan dalam ekosistem wisata sepeda di Bali. Data digunakan untuk memetakan Business Model Canvas awal dan dianalisis menggunakan Reflexive Thematic Analysis untuk mengidentifikasi tema serta atribut nilai. Temuan kualitatif kemudian diintegrasikan dengan literatur untuk mengembangkan 25 item awal perceived value. Setelah pilot test, 16 item dipertahankan dan digunakan dalam survei utama terhadap 231 responden. Struktur perceived value dieksplorasi menggunakan Exploratory Factor Analysis dengan Principal Axis Factoring, rotasi Direct Oblimin, dan parallel analysis. Hubungan dimensi yang terbentuk dengan Niat Perilaku dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan diperiksa kembali melalui bootstrap sebanyak 5.000 sampel. Hasil EFA menghasilkan 13 indikator yang membentuk tiga dimensi perceived value, yaitu Nilai Budaya, Nilai Lingkungan, dan Nilai Pengalaman. Pada regresi OLS, ketiga dimensi menunjukkan hubungan positif dengan Niat Perilaku. Nilai Pengalaman memiliki hubungan relatif paling kuat dengan koefisien terstandarisasi ????=0,454 dan menunjukkan hasil yang konsisten pada bootstrap. Nilai Budaya memiliki ????=0,159 dengan hubungan positif, tetapi ketahanan inferensinya lebih terbatas pada bootstrap. Nilai Lingkungan memiliki ????=0,114 dan menunjukkan hubungan positif pada OLS, tetapi tidak memperoleh dukungan yang sama pada pemeriksaan bootstrap. Dengan demikian, tingkat penekanan relatif dalam pengembangan proposisi nilai adalah Nilai Pengalaman, diikuti Nilai Budaya dan Nilai Lingkungan. Integrasi hasil kualitatif dan kuantitatif melalui Value Proposition Canvas menghasilkan proposisi nilai berupa pengalaman eksplorasi alam dan pedesaan dengan sepeda listrik yang santai dan fleksibel, diperkaya interaksi autentik serta pemahaman budaya lokal, dan diselenggarakan secara bertanggung jawab terhadap lingkungan. Analisis potensi pasar menghasilkan TAM sebesar 16.561.265 kunjungan per tahun dan SAM sebesar 10.107.010 kunjungan per tahun, sedangkan SOM berbasis kapasitas operasional ditetapkan sebesar 900 wisatawan per tahun. Pada kondisi dasar dengan harga Rp650.000 per wisatawan, analisis investasi menghasilkan NPV sebesar Rp926.371.546, IRR sebesar 160,45%, Payback Period 7,32 bulan, Discounted Payback Period 8,05 bulan, ROI sebesar 163,88%, dan BEP sebesar 124 wisatawan per tahun. Hasil tersebut digunakan bersama Business Model Canvas awal, proposisi nilai, serta translasi manajerial untuk menghasilkan Business Model Canvas rekomendasi. Model yang dihasilkan merupakan rancangan berbasis bukti yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan lebih lanjut paket wisata sepeda listrik dan belum diposisikan sebagai model bisnis yang telah tervalidasi melalui implementasi pasar.