digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak Pada tahun 1996, Departemen Tenaga Kerja telah menggariskan program kebijaksanaan yang disebut "Dasa Karyatama Departemen Tenaga Kerja". Salah satu komponen program tersebut adalah (`PEMAGANGAN'). Tujuan program ini adalah guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja Indonesia, dan pencapaiannya dilakukan melalui pemagangan. Program tersebut dilaksanakan baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. Dalam mempersiapkan program pemagangan yang akan dilaksanakan pada suatu negara asing tertentu, biasanya dibuat nota kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan negara asing tersebut. Salah satu negara yang telah melakukan persiapan tersebut dengan pemerintah Indonesia adalah Jepang, dimana melalui nota kesepakatan tersebut disepakati bahwa Indonesia diberi kesempatan untuk mengirim tenaga kerjanya ke Jepang guna mendapatkan pelatihan teknis dan praktek kerja di industri. Program ini dikenal dengan sebutan "Program Pemagangan Ke Jepang". Berdasarkan hasil pengamatan bahwa tidak semua peserta magang yang telah melaksanakan dan menyelesaikan program tersebut dan kembali ke Indonesia mampu diserap oleh pasar tenaga kerja atau memanfaatkan peluang kerja yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap efektivitas program tersebut dan guna meneliti faktorfaktor yang mempengaruhi efektivitas program tersebut. Pada umumnya, studi memperlihatkan bahwa program pemagangan di Jepang sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja Indonesia. Oleh karena itu, kelanjutan program tersebut dianggap sangat tepat dan diperlukan. Namun demikian, program tersebut memiliki kelemahan dalam beberapa hal, yaitu : 1) Belum efektifnya penyebaran informasi mengenai program tersebut. 2) Mekanisme rekruitmen dan seleksi sepenuhnya dilaksanakan oleh Departmen Tenaga Kerja, dan sehingga tidak ada kontrol dan masyarakat; 3) Pelatihan mengenai bahasa Jepang dan pengetahuan mengenai budaya masyarakat Jepang belum dilaksanakan secara efektif; 4) Pelatihan teknis awal yang dilaksankan pada pusat-pusat politeknik di Jepang belum memadai; ) Tingkat keberhasilan memasuki pasar kerja bagi mereka yang telah menyelesaikan program magang di Jepang sangat rendah; Untuk memperbaiki kelemahan ini, perk' dilakukan beberapa tindakan sebagai berikut : 1) Sarana penyebaran informasi yang lebih luas dan lebih efektif perlu dilaksanakan melalui media masa dan media elektronik, termasuk fasilitas internet; 2) Mekanisme rekruitmen dan seleksi hams ditingkatkan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dimana keterlibatan pihk-pihak lain yang kompeten hams dipertimbangkan; 3) Program pelatihan, terutama mengenai penguasaan bahasa Jepang, pengetahuan mengenai budaya Jepang dan pelatihan teknis pada pusat-pusat politeknik di Jepang hams dievaluasi ulang dan disempurnakan; 4) Harus diciptakan koordinasi yang baik antara pihak-pihak yang terkait guna mendapatkan metodologi pelatihan yang tepat; 5) Pelatihan kewirausahaan lainnya hams dipertimbangkan untuk diberikan kepada mereka yang telah menyelesaikan program tersebut dan kepada mereka yang berkeinginan untuk membuka usaha sendiri.