digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Abstrak inggris
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Greywater domestik, khususnya dari kegiatan laundry, mengandung bahan organik, padatan tersuspensi, surfaktan, nutrien, dan garam terlarut yang perlu diolah sebelum dibuang atau dimanfaatkan kembali. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Horizontal Subsurface Flow Constructed Wetland (HSSF-CW) menggunakan tanaman Typha angustifolia pada variasi hydraulic retention time (HRT) 1, 3, dan 5 hari. Artificial greywater disiapkan pada tiga tingkat beban pencemar dengan konsentrasi COD aktual 201,55; 400,00; dan 567,44 mg/L. Kinerja reaktor dengan tanaman (DT) dibandingkan dengan reaktor tanpa tanaman (TT). Parameter yang dianalisis meliputi COD, BOD, TSS, MBAS, Total Nitrogen, Total Fosfat, pH, EC, TDS, dan SAR. Pada reaktor DT, rata-rata efisiensi penyisihan pada HRT 1–5 hari berkisar 63,00–92,36% untuk COD, 65,33–92,50% untuk BOD, 48,00–78,67% untuk TSS, 75,33–97,23% untuk MBAS, 55,99– 86,70% untuk Total Nitrogen, dan 42,41–75,12% untuk Total Fosfat. Efisiensi penyisihan secara umum meningkat seiring bertambahnya HRT dan lebih tinggi pada DT dibandingkan TT. HRT 5 hari memberikan kinerja tertinggi di antara variasi yang diuji, dengan rata-rata keseluruhan efisiensi sebesar 87,09% pada DT dan 81,09% pada TT. Pada HRT 5 hari, DT memenuhi parameter baku mutu yang dievaluasi, yaitu pH, COD, BOD, TSS, dan MBAS, pada seluruh variasi konsentrasi. Efluen memiliki pH 7,66–8,08, EC 0,88–1,65 dS/m, TDS 545,7– 1.061,7 mg/L, dan SAR 5,78–6,89. Berdasarkan pedoman FAO, EC, TDS, dan SAR masih termasuk tingkat pembatas sedang, sehingga efluen berpotensi dimanfaatkan sebagai air irigasi dengan mempertimbangkan pengelolaan salinitas dan kualitas tanah.