Karya ini berangkat dari ketertarikan penulis terhadap subjek lorong pasar
tradisional, yang menyimpan kekayaan visual dan atmosfer unik sebagai hasil
akumulasi jejak interaksi sosial warganya. Kompleksitas elemen rupa di dalamnya
seperti perspektif, bidang, ruang, garis, bentuk, cahaya, dan warna sangat
dipengaruhi oleh dinamika warga yang menghidupkan pasar tersebut. Rangkaian
kekayaan visual ini kemudian dikerucutkan menjadi satu fokus permasalahan
utama, yakni dinamika antara ruang dan bidang, karena kedua elemen ini dinilai
mampu merangkum keseluruhan interaksi visual yang terjadi. Permasalahan
tersebut ditarik ke dalam ranah seni lukis untuk membedah bagaimana lingkungan
pasar memunculkan dinamika visual antara ruang lorong pasar dengan bidangbidang
sisa ekspresi budaya kota, bagaimana dinamika antara ruang dan bidang
dikonstruksi ke dalam komposisi karya, serta menemukan strategi representasi yang
tepat untuk merekam perbenturan tersebut di atas kanvas. Melalui eksplorasi
medium cat minyak, proses penciptaan karya ini berpijak pada sintesis teori
representasi piktorial Julian Bell, konsep produksi ruang Henri Lefebvre, serta
tinjauan indeksikalitas Charles Sanders Peirce. Berdasarkan landasan teoritis ini,
ketegangan spasial antara bidang dan ruang diwujudkan ke dalam lukisan sebagai
representasi visual dari benturan yang terjadi di lorong pasar.
Perpustakaan Digital ITB