digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Karya ini berangkat dari ketertarikan penulis terhadap subjek lorong pasar tradisional, yang menyimpan kekayaan visual dan atmosfer unik sebagai hasil akumulasi jejak interaksi sosial warganya. Kompleksitas elemen rupa di dalamnya seperti perspektif, bidang, ruang, garis, bentuk, cahaya, dan warna sangat dipengaruhi oleh dinamika warga yang menghidupkan pasar tersebut. Rangkaian kekayaan visual ini kemudian dikerucutkan menjadi satu fokus permasalahan utama, yakni dinamika antara ruang dan bidang, karena kedua elemen ini dinilai mampu merangkum keseluruhan interaksi visual yang terjadi. Permasalahan tersebut ditarik ke dalam ranah seni lukis untuk membedah bagaimana lingkungan pasar memunculkan dinamika visual antara ruang lorong pasar dengan bidangbidang sisa ekspresi budaya kota, bagaimana dinamika antara ruang dan bidang dikonstruksi ke dalam komposisi karya, serta menemukan strategi representasi yang tepat untuk merekam perbenturan tersebut di atas kanvas. Melalui eksplorasi medium cat minyak, proses penciptaan karya ini berpijak pada sintesis teori representasi piktorial Julian Bell, konsep produksi ruang Henri Lefebvre, serta tinjauan indeksikalitas Charles Sanders Peirce. Berdasarkan landasan teoritis ini, ketegangan spasial antara bidang dan ruang diwujudkan ke dalam lukisan sebagai representasi visual dari benturan yang terjadi di lorong pasar.