Ekpresi protein ERBB2 yang berlebih merupakan salah satu pemicu kanker payudara agresif melalui
aktivasi jalur MAPK dan PI3K/Akt. Meskipun terapi anti-HER2 telah dikembangkan, resistansi dan
kekambuhan masih menjadi kendala sehingga diperlukan pendekatan yang lebih spesifik dan
presisi. Teknologi CRISPR-Cas9 menawarkan strategi menjanjikan untuk menonaktifkan gen penyebab
kanker secara terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain gRNA spesifik terhadap domain
kinase gen ERBB2 serta menentukan efisiensi pemotongan kompleks CRISPR-Cas9 RNP terhadap domain
tersebut secara in vitro. Pada penelitian ini dirancang sgRNAexon25, yang menargetkan exon 25
pengkode domain kinase ERBB2, dan menguji aktivitas pemotongannya secara in vitro. Validasi in
vitro sangat perlu dilakukan untuk menilai efisiensi sgRNA. Fragmen exon 25 sepanjang 933 bp
berhasil diamplifikasi dari sel SKOV3 dan digunakan sebagai target uji. Desain sgRNA dengan
menggunakan program CHOPCHOP menghasilkan sgRNA dengan GC 60% dan efisiensi prediksi 69,79%,
sementara analisis RNAfold menunjukkan tiga stem-loop stabil yang penting bagi pengikatan Cas9.
Berdasarkan hasil Electrophoretic Mobility Shift Assay EMSA, Cas9 mampu mengenali dan mengikat
sgRNAexon25, yang ditunjukkan oleh pergeseran mobilitas elektroforetik sebagai indikasi
terbentuknya kompleks RNP. Uji endonuklease kompleks Cas9-RNP menunjukkan bahwa kontrol
positif (sgRNA196) berhasil memotong target, tetapi sgRNAexon25 tidak menunjukkan pemotongan. Hal
ini kemungkinan dipengaruhi oleh tingginya GC pada wilayah PAM-proximal, penggunaan PAM CGG yang
kurang optimal, serta potensi misfolding sgRNA. Dapat disimpulkan bahwa sgRNAexon25 berhasil
dirancang dan mampu membentuk kompleks RNP dengan Cas9 (dibuktikan melalui EMSA).
Perpustakaan Digital ITB