Abstrak - Syahreza Qubha Ramadhan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Penerapan midline buoy merupakan metode mitigasi yang telah umum digunakan
dalam operasi anchoring pipelay barge dalam upaya mencegah kontak antara tali
mooring dengan pipa eksisting, tetapi analisis ataupun studi kuantitatif mengenai
efektivitasnya terhadap variasi kondisi kritis instalasi, pergeseran koridor (spatial
offset) dan arah datang gelombang, masih terbatas. Studi ini menganalisis instalasi
pipa bawah laut metode S-Lay pada kondisi pipeline crossing dengan konfigurasi
sistem penambatan 8 spread mooring pada kondisi intact, analisis ditinjau untuk
kedalaman perairan minimum dan maksimum dengan variasi pergeseran koridor
instalasi sebesar 0 m, 5 m, dan 10 m, serta 8 arah datang gelombang (0°-315°).
Kemudian dilanjutkan dengan penerapan midline buoy sebagai solusi mitigasi
interferensi tali tambat terhadap pipa eksisting. Analisis dilakukan secara statik dan
dinamik time-domain menggunakan perangkat lunak OrcaFlex, dengan input
Response Amplitude Operator (RAO) 6 derajat kebebasan barge dari OrcaWave
yang mengacu pada standar DNV-ST-F101, API RP 2SK, dan DNV-ST-N001.
Sebelum dilakukan penerapan midline buoy, hasil simulasi menunjukkan vertical
clearance antara tali tambat dan pipa eksisting mencapai nilai 0 m pada sejumlah
titik silang di Mooring 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 8, yang mengindikasikan kontak fisik
langsung antara tali dan pipa serta gagal total terhadap kriteria vertical clearance
?10 m sesuai DNV-ST-N001. Setelah dilakukan penerapan midline buoy, gaya
apung neto berhasil merekayasa profil katenari tali kawat baja menjadi bentuk Scurve,
sehingga vertical clearance minimum pada tali tambat yang melintasi pipa
meningkat menjadi rentang 12.15-29.94 m, dengan titik kritis 12.15 m pada tali A5
arah datang gelombang 270°, sehingga instalasi secara utuh memenuhi kriteria
DNV-ST-N001. Analisis instalasi pipa juga menampilkan tegangan ekuivalen
maksimum di overbend dan sagbend berada di bawah batas izin 0.87????????, regangan
tekuk tidak melampaui 0.260%, serta Safety Factor tali ?1.67 sesuai API RP 2SK
pada seluruh variasi offset.
Perpustakaan Digital ITB