Radar konvensional dengan antena yang berputar memiliki keterbatasan dalam kecepatan pemindaian, akurasi sudut, dan keandalan mekanis, sementara sistem perngawasan udara modern menuntut respons cepat dengan cakupan 360º. Permasalahan ini mendorong pengembangan antena dengan konfigurasi circular phased array yang menawarkan solusi pemindaian lebih cepat tanpa perlu berputar secara mekanis, sekaligus memungkinkan pengendalian beam elektronik secara fleksibel dalam domain azimut dan elevasi. Penelitian ini bertujuan mendesain antena circular phased array sebagai implementasi radar non-rotasi 360º untuk air surveillance, dengan fokus pada desain antena faceted circular array untuk sektor 90° yang terdiri atas 8 sub-array aktif dengan beda sudut antar sub-array sebesar 11,25°. Antena didesain pada frekuensi S-Band pada rentang 2,9 – 3,1 GHz dan difabrikasi menggunakan substrat flame retardant-4 (FR-4) dengan dimensi patch 55 mm × 250 mm. Penelitian membandingkan konfigurasi distribusi amplitudo uniform dan non-uniform untuk mengoptimasi sidelobe level (SLL). Hasil pengujian menunjukkan parameter S11 di seluruh rentang frekuensi kerja berada di bawah -10 dB. Pada bidang azimut distribusi uniform menghasilkan SLL -8,20 hingga -8,90 dB dengan gain 10,8-12 dBi, sedangkan distribusi non-uniform menghasilkan SLL -21,80 hingga -23,20 dBi dengan rata-rata half power beam width (HPBW) 16,14° untuk uniform dan 18,13° untuk non-uniform. Sudut elevasi sebesar 20° diperoleh melalui teknik pemindaian frekuensi tanpa phase shifter. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi solusi atas permasalahan radar konvensional untuk kebutuhan air surveillance, baik sipil maupun pertahanan.
Perpustakaan Digital ITB