digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Limbah cair pabrik kelapa sawit (palm oil mill effluent, POME) memiliki beban organik dan intensitas warna yang tinggi sehingga memerlukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi degradasi fotokatalitik POME menggunakan bismut vanadat termodifikasi nikel yang diperoleh dari baterai nikel–kadmium bekas. BiVO? disintesis dengan metode sol–gel, dimodifikasi melalui impregnasi basah pada kadar Ni 0,2; 0,3; dan 0,4% berat, kemudian dihidrogenasi pada suhu 300, 425, dan 550 °C. Fotokatalis dikarakterisasi menggunakan XRD, UV–Vis DRS, SEM–EDS, dan BET. Kinerja fotokatalitik diuji selama 240 menit di bawah lampu xenon 300 W menggunakan konfigurasi reaktor berlampu terendam dan penyinaran dari atas. Hasil XRD menunjukkan bahwa fase BiVO? monoklinik tetap dominan pada suhu 300 dan 425 °C, sedangkan hidrogenasi pada 550 °C menghasilkan fase Bi metalik dan Bi?O? tetragonal. Peningkatan kadar Ni dan suhu hidrogenasi menurunkan energi celah pita semu dari 2,34 menjadi 0,91 eV. Sampel 0,4%-Ni/BiVO?-550 menunjukkan kinerja terbaik dengan dekolorisasi sebesar 61,55% dan penyisihan COD sebesar 66,20%. Reaktor berlampu terendam menghasilkan penyisihan COD sebesar 66,22%, lebih tinggi daripada reaktor dengan penyinaran dari atas sebesar 35,19%, dengan konstanta laju orde pertama semu masing-masing sebesar 3,3 × 10?³ dan 1,7 × 10?³ menit?¹. Karakterisasi pascareaksi menunjukkan pertumbuhan kristalit dan pelebaran celah pita yang mengindikasikan deaktivasi sebagian katalis. Secara keseluruhan, modifikasi Ni, hidrogenasi, dan penggunaan sumber cahaya terendam meningkatkan pengolahan POME.