Limbah cair pabrik kelapa sawit (palm oil mill effluent, POME) memiliki beban organik
dan intensitas warna yang tinggi sehingga memerlukan pengolahan sebelum dibuang ke
lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi degradasi fotokatalitik POME menggunakan
bismut vanadat termodifikasi nikel yang diperoleh dari baterai nikel–kadmium bekas.
BiVO? disintesis dengan metode sol–gel, dimodifikasi melalui impregnasi basah pada
kadar Ni 0,2; 0,3; dan 0,4% berat, kemudian dihidrogenasi pada suhu 300, 425, dan 550
°C. Fotokatalis dikarakterisasi menggunakan XRD, UV–Vis DRS, SEM–EDS, dan BET.
Kinerja fotokatalitik diuji selama 240 menit di bawah lampu xenon 300 W menggunakan
konfigurasi reaktor berlampu terendam dan penyinaran dari atas. Hasil XRD
menunjukkan bahwa fase BiVO? monoklinik tetap dominan pada suhu 300 dan 425 °C,
sedangkan hidrogenasi pada 550 °C menghasilkan fase Bi metalik dan Bi?O? tetragonal.
Peningkatan kadar Ni dan suhu hidrogenasi menurunkan energi celah pita semu dari 2,34
menjadi 0,91 eV. Sampel 0,4%-Ni/BiVO?-550 menunjukkan kinerja terbaik dengan
dekolorisasi sebesar 61,55% dan penyisihan COD sebesar 66,20%. Reaktor berlampu
terendam menghasilkan penyisihan COD sebesar 66,22%, lebih tinggi daripada reaktor
dengan penyinaran dari atas sebesar 35,19%, dengan konstanta laju orde pertama semu
masing-masing sebesar 3,3 × 10?³ dan 1,7 × 10?³ menit?¹. Karakterisasi pascareaksi
menunjukkan pertumbuhan kristalit dan pelebaran celah pita yang mengindikasikan
deaktivasi sebagian katalis. Secara keseluruhan, modifikasi Ni, hidrogenasi, dan
penggunaan sumber cahaya terendam meningkatkan pengolahan POME.
Perpustakaan Digital ITB