digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Para pelaku bisnis, khususnya pemilik kafe spesialis matcha, ditantang untuk lebih memahami respons konsumen terhadap produk mereka di tengah lanskap bisnis yang berkembang pesat, yang didorong oleh tingginya permintaan dan menjamurnya kafe matcha di pasar minuman premium. Studi ini mengkaji mekanisme persepsi konsumen untuk menentukan bagaimana perubahan kondisi produk memengaruhi kesediaan konsumen membayar harga premium untuk matcha panenan pertama di kafe spesialis. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif yang didahului oleh tahap eksploratif. Wawancara eksploratif dilaksanakan dengan empat pemilik kafe spesialis matcha di wilayah Jabodetabek untuk memahami konteks nyata, memverifikasi karakteristik industri, serta menjadi dasar bagi pengembangan kerangka konseptual dan kuesioner (temuan wawancara ini tidak dianalisis sebagai hasil empiris). Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei yang ditujukan kepada 150 konsumen (penggemar matcha). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode PLS-SEM berdasarkan model konseptual yang telah dikembangkan. Temuan menunjukkan bahwa interpretasi konsumen terhadap perubahan kondisi produk premium meningkatkan persepsi mereka mengenai kelangkaan produk. Hal ini pada gilirannya meningkatkan nilai produk yang dipersepsikan, sehingga memperkuat kesediaan untuk membayar harga premium. Studi ini juga mengungkapkan bahwa penilaian positif konsumen terhadap keandalan layanan kafe meningkatkan persepsi mengenai kemampuan kafe dalam mengelola pasokan matcha. Hal ini mengindikasikan efektivitas dan kinerja operasional yang tinggi, yang berujung pada peningkatan kesediaan konsumen untuk membayar produk tersebut. Selain itu, analisis mediasi digunakan untuk menentukan peran penting persepsi konsumen dan efektivitas operasional kafe dalam memengaruhi variabel-variabel penelitian. Hasil penelitian menyarankan bahwa untuk mempertahankan posisi pasar, kafe tidak boleh hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga harus memperhatikan cara mereka mengomunikasikan ketersediaan produk, nilai, dan pengalaman layanan guna membangun persepsi positif konsumen. Studi ini memberikan wawasan praktis bagi kafe spesialis matcha mengenai cara memperkuat kepercayaan konsumen dan mempertahankan kesediaan membayar di tengah lingkungan bisnis yang dinamis.