Lanskap media digital global telah mengalami transformasi besar seiring meningkatnya
penggunaan platform streaming Over-the-Top (OTT) yang menggantikan penyiaran
tradisional dengan menawarkan akses hiburan yang fleksibel dan terpersonalisasi. Indonesia
mencerminkan pola global ini, dengan adopsi OTT yang meningkat tajam seiring perbaikan
konektivitas dan tingginya konsumsi berbasis perangkat mobile yang mendorong jutaan
pengguna beralih ke layanan streaming. Dalam perubahan ini, banyak platform mengadopsi
model freemium yang menyediakan akses gratis berbasis iklan dan menempatkan fitur
premium di balik langganan berbayar. Meskipun efektif dalam menarik basis pengguna yang
besar, model ini menghadapi tantangan utama dalam mengonversi pengguna gratis menjadi
pelanggan berbayar, yang sangat penting bagi pertumbuhan pendapatan dan keberlanjutan
jangka panjang. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: apa yang benar-benar memotivasi
pengguna freemium untuk melakukan upgrade? Studi sebelumnya sebagian besar berfokus
pada pasar yang lebih maju, model langganan tradisional, atau kerangka adopsi teknologi
yang menekankan faktor fungsional, sehingga memberikan pemahaman yang terbatas
mengenai keputusan upgrade di lingkungan freemium di pasar berkembang, tempat motivasi
hedonic dan pengalaman memainkan peran lebih dominan. Untuk mengatasi kesenjangan ini,
penelitian ini mengintegrasikan Uses and Gratifications Theory dengan elemen terpilih dari
bauran pemasaran digital untuk menganalisis bagaimana motivasi psikologis dan persepsi
layanan memengaruhi sikap pengguna serta niat mereka untuk membayar. Dengan
menggunakan data survei dari 244 pengguna aktif OTT freemium di Indonesia yang dianalisis
menggunakan PLS-SEM, hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya hiburan yang
berpengaruh signifikan terhadap sikap, sedangkan pencarian informasi, interaksi sosial, dan
pelepasan ketegangan tidak menunjukkan pengaruh. Dari perspektif pemasaran, harga dan
aspek people terbukti sangat memengaruhi sikap, sementara kualitas produk yang sudah
memadai pada tier gratis tidak menunjukkan dampak signifikan. Sikap muncul sebagai
prediktor terkuat dari niat untuk membayar dan berperan sebagai mediator parsial, sementara
hiburan, harga, dan aspek people juga memiliki pengaruh langsung terhadap kemauan
pengguna untuk melakukan upgrade. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan
baru mengenai perilaku upgrade freemium di pasar berkembang dan menawarkan strategi
praktis yang dapat membantu penyedia OTT meningkatkan konversi pengguna gratis ke
pelanggan berbayar, memperkuat keberlanjutan pendapatan jangka panjang, serta
mempertahankan daya saing di lanskap streaming Indonesia yang berkembang pesat.
Kata kunci: model freemium, UGT, bauran pemasaran, sikap, niat membayar.
Perpustakaan Digital ITB