digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

SJT adalah bisnis grosir keluarga di bidang kain sisa pabrik, didirikan pada tahun 2008 di kawasan Bandung Raya, melayani konveksi, reseller kain, penjahit custom, dan pelaku UMKM fashion dengan sistem penjualan per kilogram. Berdasarkan data internal perusahaan, estimasi nilai pembelian tahunan SJT menurun dari sekitar Rp4 miliar pada 2022 menjadi Rp2 miliar pada 2024, atau penurunan sekitar 50 persen, disertai melemahnya retensi pelanggan dan posisi pasar. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah utama SJT bukan kurangnya permintaan atau stok, melainkan belum adanya strategi bisnis terstruktur yang mampu mengubah stok kain sisa pabrik yang heterogen dari sistem overbon menjadi nilai pelanggan yang terorganisir, mudah ditemukan, dan dapat dikomunikasikan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi bisnis dan fungsional yang tepat untuk memperkuat posisi kompetitif SJT. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus tunggal dengan metode campuran, menggabungkan wawancara kualitatif, observasi, dan mystery shopping dengan survei kuantitatif terhadap 210 responden valid (105 pelanggan eksisting dan 105 calon pelanggan). Data dianalisis menggunakan STP, analisis gap pasar, analisis klaster, PESTEL, Porter's Five Forces, RBV, analisis rantai nilai, dan VRIO. Hasil analisis menemukan bahwa gap performa terbesar SJT terletak pada akurasi informasi stok, kesiapan kemasan, dan kemudahan pencarian produk, sementara kapabilitas Penyortiran dan Klasifikasi Stok Kain SJT bersifat valuable dan rare namun masih merupakan keunggulan kompetitif yang belum terealisasi (unrealized). Berdasarkan temuan ini, penelitian mengusulkan strategi diferensiasi yang dioperasionalkan melalui sistem organisasi stok yang mengutamakan aspek operasional, diikuti komunikasi proaktif berbasis WhatsApp, didukung rencana implementasi bertahap untuk memperkuat posisi kompetitif SJT.