digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah biomassa lignoselulosa yang dihasilkan dalam jumlah besar dari industri kelapa sawit di Indonesia, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. TKKS memiliki kandungan karbohidrat sebesar 86,24% dan lignin sebesar 21,83% sehingga berpotensi sebagai sumber nanolignin. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan nanolignin melalui degradasi lignin menggunakan fermentasi oleh Aspergillus oryzae. Proses fermentasi dioptimalkan melalui variasi kecepatan pengadukan dan konsentrasi inokulum dengan degradasi lignin sebagai indikator utama keberhasilan proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada kecepatan pengadukan sebesar 150 rpm dan konsentrasi inokulum sebesar 5%, dengan nilai degradasi lignin sebesar 84,91% serta aktivitas enzim mencapai 6,17 U/L. Karakterisasi nanolignin menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) menunjukkan ukuran partikel berada pada rentang 9–17 nm dengan distribusi yang cukup menyebar. Sementara itu, hasil Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan bahwa partikel memiliki bentuk tidak beraturan dengan kecenderungan spherical dan ukuran berkisar antara 59–165 nm. Variasi kecepatan pengadukan dan konsentrasi inokulum terbukti memengaruhi degradasi lignin, sehingga fermentasi menggunakan Aspergillus oryzae berpotensi diterapkan sebagai metode biokonversi lignin TKKS menjadi nanolignin.