digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Tesis ini mengkaji bagaimana digitalisasi telah merestrukturisasi manajemen rantai pasok pada sektor e- commerce serta bagaimana para pemangku kepentingan rantai pasok tradisional seharusnya beradaptasi agar tetap kompetitif. Penelitian ini dirancang sebagai tinjauan pustaka sistematis (Systematic Literature Review atau SLR) kualitatif yang dilakukan sesuai dengan protokol PRISMA, dilengkapi dengan analisis berbasis kerangka kerja menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan Lima Kekuatan Porter. Amazon digunakan sebagai kasus ilustratif karena operasinya terdokumentasi secara luas dalam sumber akademik maupun industri. Dengan bersandar sepenuhnya pada literatur bereputasi, laporan industri, dan dokumentasi korporat yang tersedia untuk publik dan diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2026, tinjauan ini menyaring sejumlah rekaman awal menjadi kumpulan studi akhir yang kemudian disintesis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan utama bukan terletak pada satu teknologi tertentu, melainkan pada rekonfigurasi struktural logistik dari fungsi operasional pendukung menjadi kapabilitas kompetitif yang strategis, berbasis data, berorientasi pelanggan, dan terintegrasi secara vertikal. Analisis SCOR menunjukkan bagaimana integrasi digital membentuk ulang kinerja pada domain Plan, Source, Make, Deliver, dan Return, sementara analisis Lima Kekuatan Porter menunjukkan bagaimana pelaku yang terintegrasi secara digital telah mengubah dinamika persaingan pada sektor ritel dan logistik dengan meningkatkan hambatan masuk serta melemahkan daya tawar pemasok dan pembeli. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemangku kepentingan tradisional sebaiknya merespons bukan dengan meniru satu pelaku secara menyeluruh, melainkan dengan menerapkan integrasi digital menyeluruh, kapabilitas data dan analitik, pemenuhan pesanan yang gesit dan modular, strategi omnichannel, otomasi yang etis, penyelarasan ESG, serta ketahanan rantai pasok.