digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri konsultan Architecture, Engineering, and Construction (AEC) di Indonesia sedang mengalami perubahan yang didorong oleh adopsi Building Information Modelling (BIM), perubahan permintaan jenis proyek paska COVID-19, semakin terintegrasinya project melalui skema Design and Build, serta meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dalam industry. Hal tersebut menyebabkan ketidaksesuaian antara penilaian personal berbasis senioritas yang umum digunakan di industry salah satunya oleh PTW yang berdasar pada peran arsitek tradisional dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan atas peran-peran baru yang dapat menjawab perubahan. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan kerangka kompetensi baru yang berdasar pada 5 klaster peran yang dikembangkan dalam PTW sesuai kebutuhan bisnis mereka. Kompetensi ini berdasarkan panduan kompetensi dari Union Internationale des Architectes dan Ikatan Arsitek Indonesia yang dipadankan dengan Spencer and Spencer Generic Competency dan Johanessen Fourth Industrial Revolution Competence untuk merefleksikan perubahan pada industri. Para 5 responden ahli dalam PTW menyusun 45 kompetensi spesifik firma untuk 5 klaster peran dalam wawancara kualitatif tidak terstruktur yang kemudian dipadankan dengan 4 basis kompetensi yang ada. Hasil dari daftar kompetensi spesifik kemudian diperingkatkan berdasarkan tingkat kepentingannya oleh 5 responden ahli yang sama dalam kuesioner terstruktur. Daftar kompetensi kemudian dianalisa menggunakan Borda Count dan dikaji melalui Kendall’s Coefficient of Concordance (W) sebelum dibuat pemrioritasan menggunakan Pareto atas hasil pemeringkatan. Hasil Analisa menunjukkan angka W yang rendah, menunjukan rendahnya tingkat persetujuan responden dalam proses pemeringkatan mengakibatkan metode pembobotan obyektif berupa Shannon Entropy untuk mendefinisikan bobot tiap kompetensi dalam kerangka kompetensi baru. Temuan lain dalam studi ini terkait rendahnya tingkat persetujuan menunjukkan ada celah pada keselarasan organisasi yang umum terjadi pada organisasi dalam transisi ditengah perubahan industri yang memerlukan pengkajian lebih lanjut.