Gaharu merupakan tumbuhan penghasil resin aromatik dengan nilai ekonomi tinggi
yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri terutama industri farmasi dan
parfum. Resin gaharu terbentuk karena adanya induksi berupa stres fisik yang
diikuti oleh infeksi mikroba. Metode induksi resin gaharu yang ada saat ini seperti
metode konvensional (perlukaan fisik) dan non-konvensional (kimia dan biologi)
masih memiliki beberapa keterbatasan seperti risiko terjadinya kerusakan jaringan,
kematian tanaman, kualitas resin yang tidak konsisten, serta terbatasnya mobilitas
senyawa penginduksi. Salah satu alternatif penginduksi yang berpotensi digunakan
adalah nanopartikel karena lebih mudah ditransportasikan dan dapat memicu
respons fisiologis tanaman. Pada penelitian ini, digunakan nanopartikel perak
(AgNP) sebagai marker translokasi yang secara alami tidak terdeteksi pada gaharu.
AgNP dapat diproduksi melalui metode green synthesis dengan menggunakan
Fusarium solani yang merupakan endofit alami gaharu. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis sifat fisikokimia AgNP hasil green synthesis oleh Fusarium
solani serta mengevaluasi distribusi dan pola translokasinya dalam jaringan gaharu.
AgNP diaplikasikan dengan cara injeksi pada batang semai gaharu dengan beberapa
variasi konsentrasi (5%, 25%, 50%, dan 100%) dan variasi durasi paparan (6, 12,
18, dan 24 jam). Pengambilan sampel dilakukan pada 4 titik yaitu titik injeksi (5cm
diatas tanah) dan 10, 20, dan 30 cm diatas titik injeksi. Selain itu dilakukan
pengamatan pengaruh aplikasi AgNP terhadap perubahan visual struktur
interxylary phloem batang gaharu sebagai indikasi awal terjadinya pembentukan
resin gaharu. Hasil karakterisasi fisikokimia menunjukkan bahwa AgNP yang
disintesis memiliki stabilitas koloid yang baik dengan distribusi ukuran
hidrodinamik dalam rentang cukup luas yaitu 171,65–244,53 nm dan zeta potential
berada dalam rentang -33,17 sampai -38,33 mV yang menunjukkan stabilitas
nanopartikel yang baik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa distribusi dan
translokasi AgNP hingga batang atas gaharu berlangsung secara sistemik melalui
xilem. Selain itu, peningkatan konsentrasi AgNP dan durasi paparan menimbulkan
gradien konsentrasi Ag yang semakin tinggi di batang gaharu. Penelitian ini juga
mengungkapkan bahwa aplikasi AgNP pada batang gaharu memicu terjadinya
perubahan visual pada interxylary phloem sehingga tampak lebih banyak dan tegas
dibandingkan kontrol. Hal ini kemungkinan mengindikasikan adanya aktivasi awal
sistem pertahanan gaharu berupa produksi senyawa resin gaharu.
Perpustakaan Digital ITB