digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Gaharu merupakan tumbuhan penghasil resin aromatik dengan nilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri terutama industri farmasi dan parfum. Resin gaharu terbentuk karena adanya induksi berupa stres fisik yang diikuti oleh infeksi mikroba. Metode induksi resin gaharu yang ada saat ini seperti metode konvensional (perlukaan fisik) dan non-konvensional (kimia dan biologi) masih memiliki beberapa keterbatasan seperti risiko terjadinya kerusakan jaringan, kematian tanaman, kualitas resin yang tidak konsisten, serta terbatasnya mobilitas senyawa penginduksi. Salah satu alternatif penginduksi yang berpotensi digunakan adalah nanopartikel karena lebih mudah ditransportasikan dan dapat memicu respons fisiologis tanaman. Pada penelitian ini, digunakan nanopartikel perak (AgNP) sebagai marker translokasi yang secara alami tidak terdeteksi pada gaharu. AgNP dapat diproduksi melalui metode green synthesis dengan menggunakan Fusarium solani yang merupakan endofit alami gaharu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisikokimia AgNP hasil green synthesis oleh Fusarium solani serta mengevaluasi distribusi dan pola translokasinya dalam jaringan gaharu. AgNP diaplikasikan dengan cara injeksi pada batang semai gaharu dengan beberapa variasi konsentrasi (5%, 25%, 50%, dan 100%) dan variasi durasi paparan (6, 12, 18, dan 24 jam). Pengambilan sampel dilakukan pada 4 titik yaitu titik injeksi (5cm diatas tanah) dan 10, 20, dan 30 cm diatas titik injeksi. Selain itu dilakukan pengamatan pengaruh aplikasi AgNP terhadap perubahan visual struktur interxylary phloem batang gaharu sebagai indikasi awal terjadinya pembentukan resin gaharu. Hasil karakterisasi fisikokimia menunjukkan bahwa AgNP yang disintesis memiliki stabilitas koloid yang baik dengan distribusi ukuran hidrodinamik dalam rentang cukup luas yaitu 171,65–244,53 nm dan zeta potential berada dalam rentang -33,17 sampai -38,33 mV yang menunjukkan stabilitas nanopartikel yang baik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa distribusi dan translokasi AgNP hingga batang atas gaharu berlangsung secara sistemik melalui xilem. Selain itu, peningkatan konsentrasi AgNP dan durasi paparan menimbulkan gradien konsentrasi Ag yang semakin tinggi di batang gaharu. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa aplikasi AgNP pada batang gaharu memicu terjadinya perubahan visual pada interxylary phloem sehingga tampak lebih banyak dan tegas dibandingkan kontrol. Hal ini kemungkinan mengindikasikan adanya aktivasi awal sistem pertahanan gaharu berupa produksi senyawa resin gaharu.