Kanker serviks merupakan salah satu penyakit kritis dengan prevalensi tertinggi pada perempuan di Indonesia, sehingga memberikan tekanan signifikan terhadap klaim asuransi penyakit kritis. Tugas Akhir ini bertujuan memodelkan fungsi hazard kanker serviks menggunakan Flexible Parametric Survival Models (FPSM) serta mengestimasi premi asuransi penyakit kritis berbasis hasil pemodelan tersebut. Data yang digunakan adalah data sekunder dari 858 pasien perempuan dengan 102 kasus positif (11,89%). Pemilihan model terbaik dilakukan menggunakan Akaike Information Criterion (AIC), dengan hasil FPSM skala normal dan m = 3 sebagai model terbaik (AIC = 1138,102), mengungguli distribusi parametrik klasik terbaik yaitu GenGamma (AIC = 1144,394). Fungsi hazard yang dihasilkan menunjukkan dua fase risiko, peningkatan pada usia 18–20 tahun akibat paparan HPV dini, penurunan sementara hingga usia 24 tahun, kemudian peningkatan konsisten hingga usia 65 tahun. Premi asuransi dihitung melalui pendekatan expected cash flow dengan target discounted profit margin sebesar 20%, menghasilkan premi tahunan Rp200.000-Rp3.000.000 tergantung usia masuk dan rencana manfaat. Hasil profit testing menunjukkan IRR 6%-11%, tidak ada New Business Strain, dan Loss Ratio 36%–38%, mengindikasikan kelayakan finansial produk. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa incidence rate merupakan faktor paling berpengaruh terhadap profitabilitas, menegaskan pentingnya akurasi estimasi hazard dalam penetapan premi asuransi penyakit kritis.
Perpustakaan Digital ITB