Fluktuasi muka air tanah memiliki hubungan yang erat dengan curah hujan, namun
responsnya tidak terjadi secara instan karena proses infiltrasi dan aliran bawah
permukaan memerlukan waktu sebelum air imbuhan mencapai zona jenuh.
Meskipun berbagai penelitian telah menunjukkan hubungan positif antara curah
hujan dan perubahan muka air tanah, pengamatan dengan resolusi temporal tinggi
di Cekungan Bandung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
sistem pemantauan muka air tanah berbasis telemetri serta menginvestigasi waktu
tunda (lag time) respons muka air tanah terhadap curah hujan di Cekungan Bandung.
Penelitian dilakukan pada dua sumur pantau yang berlokasi di Kampus Institut
Teknologi Bandung Jatinangor dan Ganesha. Data muka air tanah dikumpulkan
menggunakan pencatat muka air otomatis dengan resolusi temporal 15 menit,
sedangkan data curah hujan diperoleh dari stasiun cuaca otomatis terdekat. Kinerja
instrumen dievaluasi melalui kalibrasi terhadap pengamatan manual. Interaksi
antara curah hujan dan muka air tanah dianalisis menggunakan metode korelasi
silang (cross-correlation) dan pendekatan Antecedent Precipitation Index (API)
untuk mengestimasi waktu tunda respons air tanah.
Hasil kalibrasi menunjukkan kesesuaian yang kuat antara pencatat muka air
otomatis dan pengukuran acuan, dengan koefisien korelasi masing-masing sebesar
0,962 dan 0,973 pada kedua sistem pemantauan. Analisis menunjukkan adanya
perbedaan respons muka air tanah yang signifikan antar lokasi. Hasil awal
mengindikasikan total lag time sekitar 100 jam di Jatinangor, 312 jam sebelum
pumping test dan 103 jam setelah pumping test di Ganesha, yang menunjukkan
perbedaan karakteristik imbuhan dan perilaku penyimpanan bawah permukaan.
Temuan ini menunjukkan bahwa pemantauan muka air tanah beresolusi tinggi
mampu menangkap dinamika air tanah yang dipengaruhi curah hujan serta
memberikan informasi penting untuk memahami proses imbuhan air tanah di
Cekungan Bandung.
Perpustakaan Digital ITB