digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak besar serta menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Clopidogrel terbukti efektif secara klinis dalam mencegah kekambuhan stroke, khususnya pada periode 21–90 hari pascakejadian, namun keberhasilannya sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penggunaan clopidogrel pada pasien stroke iskemik, menggambarkan karakteristik klinis pasien, serta mengevaluasi hubungan antara karakteristik tersebut dengan tingkat kepatuhan. Penelitian ini menggunakan desain kohort prospektif observasional dengan pendekatan deskriptif analitik dan melibatkan pasien berusia ?18 tahun yang menjalani terapi clopidogrel di RSUD Kiwari. Kepatuhan diukur menggunakan Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5) dan Proportion Days Covered (PDC). Skor MARS-5 dikategorikan menjadi patuh (23–25) dan tidak patuh (5–22), sedangkan PDC ?80% dikategorikan patuh dan <80% tidak patuh. Hasil penelitian dari total 95 pasien menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan berdasarkan MARS-5 menunjukkan bahwa 70 pasien (73,68%) tergolong patuh, sedangkan berdasarkan PDC sebanyak 55 pasien (57,89%) tergolong patuh. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara polifarmasi, lama pemberian terapi, status pekerjaan, usia, jenis kelamin, riwayat merokok, tingkat pendidikan, maupun riwayat penyakit dengan tingkat kepatuhan berdasarkan MARS-5 maupun PDC (p>0,05). Namun, hasil analisis regresi logistik menunjukkan adanya hubungan positif yang bermakna antara MARS-5 dengan PDC (OR=4,34; 95% CI=1,634– 11,538; p=0,003), yang didukung oleh hasil analisis korelasi Spearman dengan kekuatan korelasi lemah (r=0,356; p<0,001). Selain itu, tidak terdapat hubungan antara adverse cardiovascular events dengan kepatuhan berdasarkan PDC (OR=0,71; 95% CI=0,136–3,723; p=0,687). Kesimpulannya, tingkat kepatuhan penggunaan clopidogrel pada pasien stroke iskemik lebih tinggi berdasarkan MARS-5 dibandingkan PDC. Karakteristik klinis pasien tidak berhubungan dengan tingkat kepatuhan, sedangkan MARS-5 dan PDC menunjukkan hubungan positif yang bermakna sehingga kedua metode tersebut dapat digunakan secara saling melengkapi dalam menilai kepatuhan pengobatan. Selain itu, kepatuhan berdasarkan PDC tidak berhubungan dengan kejadian adverse cardiovascular events.