Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak besar serta
menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Clopidogrel terbukti
efektif secara klinis dalam mencegah kekambuhan stroke, khususnya pada periode
21–90 hari pascakejadian, namun keberhasilannya sangat bergantung pada tingkat
kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan
penggunaan clopidogrel pada pasien stroke iskemik, menggambarkan karakteristik
klinis pasien, serta mengevaluasi hubungan antara karakteristik tersebut dengan
tingkat kepatuhan. Penelitian ini menggunakan desain kohort prospektif
observasional dengan pendekatan deskriptif analitik dan melibatkan pasien berusia
?18 tahun yang menjalani terapi clopidogrel di RSUD Kiwari. Kepatuhan diukur
menggunakan Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5) dan Proportion
Days Covered (PDC). Skor MARS-5 dikategorikan menjadi patuh (23–25) dan
tidak patuh (5–22), sedangkan PDC ?80% dikategorikan patuh dan <80% tidak
patuh. Hasil penelitian dari total 95 pasien menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan
berdasarkan MARS-5 menunjukkan bahwa 70 pasien (73,68%) tergolong patuh,
sedangkan berdasarkan PDC sebanyak 55 pasien (57,89%) tergolong patuh. Tidak
terdapat hubungan yang bermakna antara polifarmasi, lama pemberian terapi, status
pekerjaan, usia, jenis kelamin, riwayat merokok, tingkat pendidikan, maupun
riwayat penyakit dengan tingkat kepatuhan berdasarkan MARS-5 maupun PDC
(p>0,05). Namun, hasil analisis regresi logistik menunjukkan adanya hubungan
positif yang bermakna antara MARS-5 dengan PDC (OR=4,34; 95% CI=1,634–
11,538; p=0,003), yang didukung oleh hasil analisis korelasi Spearman dengan
kekuatan korelasi lemah (r=0,356; p<0,001). Selain itu, tidak terdapat hubungan
antara adverse cardiovascular events dengan kepatuhan berdasarkan PDC
(OR=0,71; 95% CI=0,136–3,723; p=0,687). Kesimpulannya, tingkat kepatuhan
penggunaan clopidogrel pada pasien stroke iskemik lebih tinggi berdasarkan
MARS-5 dibandingkan PDC. Karakteristik klinis pasien tidak berhubungan dengan
tingkat kepatuhan, sedangkan MARS-5 dan PDC menunjukkan hubungan positif
yang bermakna sehingga kedua metode tersebut dapat digunakan secara saling
melengkapi dalam menilai kepatuhan pengobatan. Selain itu, kepatuhan
berdasarkan PDC tidak berhubungan dengan kejadian adverse cardiovascular
events.
Perpustakaan Digital ITB