digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Kridia Agus Burhani
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pertumbuhan pusat data di kawasan perkotaan mendorong peningkatan kebutuhan pasokan listrik berkapasitas besar, keandalan tinggi, dan efisiensi biaya. Penelitian ini membandingkan tiga alternatif tingkat tegangan catu daya — 20 kV, 66 kV, dan 150 kV — untuk pusat data 40 MW di kawasan Kuningan, Jakarta, disuplai dari dua Gardu Induk (Dukuh Atas dan Kebon Baru). Evaluasi dilakukan melalui simulasi power flow, losses, dan analisis N-1 menggunakan DIgSILENT PowerFactory, serta rekonstruksi Availability berbasis struktur seri-paralel topologi dan parameter failure rate dari literatur terpublikasi, mengingat modul Reliability Assessment bawaan perangkat lunak teridentifikasi menggunakan nilai default yang belum terkalibrasi. Hasil analisis teknis menunjukkan sistem 150 kV memiliki rugi-rugi jaringan terendah (0,291%), diikuti sistem 66 kV (0,577%) dan sistem 20 kV (0,739%). Konfigurasi N-1 terkoreksi pada ketiga sistem disusun sedemikian rupa sehingga estimasi Availability mencapai minimal 99,9%. Hasil rekonstruksi Availability pada Kondisi Normal menunjukkan sistem 20 kV tertinggi (99,9696%), diikuti sistem 150 kV (99,9674%) dan sistem 66 kV (99,9440%); sistem 66 kV tercatat terendah akibat struktur dua tahap transformator yang tersusun seri. Analisis Life Cycle Cost pada Kondisi Normal menunjukkan sistem 20 kV mencatat Net Present Cost (NPC) terendah (Rp610,46 miliar), unggul tipis dari sistem 150 kV (Rp669,34 miliar). Namun, dengan mempertimbangkan potensi risiko Overheating pada instalasi kabel tanam tegangan menengah (SKTM) 20 kV berdasarkan bukti empiris investigasi PLN Puslitbang — risiko yang secara struktural tidak berlaku pada sistem 66 kV/150 kV karena menggunakan kabel tegangan tinggi (SKTT) dengan jumlah kabel jauh lebih sedikit — NPC sistem 20 kV meningkat signifikan menjadi Rp1.912,57 miliar, menjadikan sistem 150 kV iii sebagai alternatif dengan NPC terendah (Rp669,34 miliar). Kedua peringkat terbukti robust terhadap analisis sensitivitas Value of Lost Load. Berdasarkan keseluruhan analisis teknis, keandalan, dan ekonomi pada dua kondisi yang dianalisis, tingkat tegangan 150 kV merupakan alternatif yang direkomendasikan untuk catu daya pusat data perkotaan, khususnya apabila risiko Overheating pada instalasi kabel tanam turut dipertimbangkan sebagai bagian mitigasi risiko operasional jangka panjang. Rekomendasi ini disertai catatan bahwa sistem 150 kV membutuhkan investasi langsung dari sisi pelanggan yang lebih besar (?Rp42 miliar, 24% dari total CAPEX) dibandingkan sistem 20 kV yang praktis tidak membebankan investasi langsung ke pelanggan, sehingga kemampuan finansial pelanggan turut menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan akhir.