ABSTRAK
ANALISIS FAKTOR KEBERLANJUTAN DAN STRATEGI
PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PENGOLAHAN
SAMPAH TERPADU DI KOTA BANDUNG
(Studi Kasus: TPST Babakan Siliwangi dan TPST Batununggal
Indah)
Oleh:
Chandra David H M
NIM: 25723003
(Program Studi Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih
dan Sanitasi)
Pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas, dan tingginya timbulan sampah di
Kota Bandung memperbesar beban sistem persampahan, sementara TPA Sarimukti
telah melampaui kapasitas. Pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu
(TPST) diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada pemrosesan akhir,
tetapi keberlanjutannya dipengaruhi aspek teknis operasional, kelembagaan,
regulasi, pembiayaan, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menganalisis
kondisi, faktor keberlanjutan, dan strategi pengelolaan TPST Babakan Siliwangi
dan TPST Batununggal Indah. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner,
wawancara, dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least
Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dan Analytic Hierarchy
Process (AHP). Kondisi eksisting menunjukkan kedua TPST telah beroperasi aktif,
tetapi kapasitas pengolahan, kualitas sampah masuk, dan pemilahan sumber belum
optimal. Berdasarkan perspektif masyarakat Babakan Siliwangi, aspek teknis
operasional berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan (O = 0,81; p < 0,001).
Pada Batununggal Indah, kelembagaan (O = 0,224; p = 0,005) dan
peraturan/kebijakan (O = 0,225; p = 0,018) berpengaruh signifikan. Dari perspektif
pengelola, pembiayaan merupakan faktor signifikan di Babakan Siliwangi (O =
0,906; p = 0,003) dan Batununggal Indah (O = 0,903; p = 0,002). Hasil AHP
berdasarkan bobot global menetapkan peningkatan keandalan sarana-prasarana
melalui perbaikan, pemeliharaan rutin, dan peningkatan kompetensi operator
sebagai strategi utama Babakan Siliwangi (0,110), sedangkan penguatan struktur
organisasi serta kejelasan peran dan tanggung jawab menjadi strategi utama
Batununggal Indah (0,189). Hasil penelitian merepresentasikan persepsi responden
pada dua lokasi studi dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi secara statistik
kepada seluruh TPST. Temuan ini menunjukkan perlunya strategi keberlanjutanii
yang spesifik lokasi, dengan penguatan teknis di Babakan Siliwangi dan penguatan
kelembagaan dan pembiayaan di Batununggal Indah.
Kata kunci : AHP, Keberlanjutan, Pengelolaan Sampah, PLS-SEM, TPST
Perpustakaan Digital ITB