digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR KEBERLANJUTAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI KOTA BANDUNG (Studi Kasus: TPST Babakan Siliwangi dan TPST Batununggal Indah) Oleh: Chandra David H M NIM: 25723003 (Program Studi Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi) Pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas, dan tingginya timbulan sampah di Kota Bandung memperbesar beban sistem persampahan, sementara TPA Sarimukti telah melampaui kapasitas. Pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada pemrosesan akhir, tetapi keberlanjutannya dipengaruhi aspek teknis operasional, kelembagaan, regulasi, pembiayaan, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menganalisis kondisi, faktor keberlanjutan, dan strategi pengelolaan TPST Babakan Siliwangi dan TPST Batununggal Indah. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Kondisi eksisting menunjukkan kedua TPST telah beroperasi aktif, tetapi kapasitas pengolahan, kualitas sampah masuk, dan pemilahan sumber belum optimal. Berdasarkan perspektif masyarakat Babakan Siliwangi, aspek teknis operasional berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan (O = 0,81; p < 0,001). Pada Batununggal Indah, kelembagaan (O = 0,224; p = 0,005) dan peraturan/kebijakan (O = 0,225; p = 0,018) berpengaruh signifikan. Dari perspektif pengelola, pembiayaan merupakan faktor signifikan di Babakan Siliwangi (O = 0,906; p = 0,003) dan Batununggal Indah (O = 0,903; p = 0,002). Hasil AHP berdasarkan bobot global menetapkan peningkatan keandalan sarana-prasarana melalui perbaikan, pemeliharaan rutin, dan peningkatan kompetensi operator sebagai strategi utama Babakan Siliwangi (0,110), sedangkan penguatan struktur organisasi serta kejelasan peran dan tanggung jawab menjadi strategi utama Batununggal Indah (0,189). Hasil penelitian merepresentasikan persepsi responden pada dua lokasi studi dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi secara statistik kepada seluruh TPST. Temuan ini menunjukkan perlunya strategi keberlanjutanii yang spesifik lokasi, dengan penguatan teknis di Babakan Siliwangi dan penguatan kelembagaan dan pembiayaan di Batununggal Indah. Kata kunci : AHP, Keberlanjutan, Pengelolaan Sampah, PLS-SEM, TPST