digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 - Christian Jordan Manihuruk
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Christian Jordan Manihuruk
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Christian Jordan Manihuruk
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Christian Jordan Manihuruk
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Christian Jordan Manihuruk
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Christian Jordan Manihuruk
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Spasi lubang bor yang optimum merupakan salah satu faktor penting dalam eksplorasi sumber daya nikel laterit, sebab hal ini berkaitan langsung dengan tingkat keyakinan hasil estimasi dan efisiensi pelaksanaan program eksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi spasi lubang bor terhadap nilai global estimation variance (GEV) dan relative error (RE), menganalisis pengaruh kadar Fe, MgO, dan SiO2 terhadap penentuan spasi lubang bor, serta menentukan rekomendasi spasi optimum pada berbagai skenario penambangan. Penelitian menggunakan data collar, assay, dan topografi PT XYZ, yang diolah melalui validasi data, domaining, compositing, analisis statistik, variografi, pemodelan variogram, hingga perhitungan GEV dan RE dalam drill hole spacing analysis (DHSA). Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin renggang spasi lubang bor yang digunakan, semakin tinggi pula nilai GEV dan RE yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena jumlah blok estimasi (N) semakin berkurang, sehingga tingkat keyakinan estimasi ikut menurun. Selain itu, target jumlah material yang lebih kecil dan skala waktu penambangan yang lebih pendek juga membutuhkan spasi lubang bor yang lebih rapat agar tingkat keyakinan estimasi tetap terjaga. Penentuan spasi optimum sendiri dipengaruhi oleh kombinasi beberapa variabel, yaitu kadar Fe, MgO, SiO2, klasifikasi sumber daya, target jumlah material, dan skala waktu penambangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program eksplorasi yang lebih efektif, efisien, dan adaptif sesuai kebutuhan perencanaan tambang.