digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Salwa Salsabila Iskandar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Salwa Salsabila Iskandar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Salwa Salsabila Iskandar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Salwa Salsabila Iskandar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Salwa Salsabila Iskandar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Salwa Salsabila Iskandar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

SNI 5015:2019 menetapkan jarak titik informasi untuk klasifikasi sumber daya batubara menurut kompleksitas geologi, namun belum mengukur ketidakpastian estimasi pada setiap konfigurasi pemboran. Penelitian ini menentukan spasi lubang bor optimum menggunakan Drill Hole Spacing Analysis (DHSA) berbasis Global Estimation Variance(GEV), mengevaluasi pengaruh ukuran support area terhadap rekomendasi tersebut, serta menganalisis kesesuaiannya terhadap SNI 5015:2019. Analisis dilakukan secara dua dimensi terhadap ketebalan seam, kadar abu, total sulfur, dan nilai kalor. Nilai GEV dihitung pada grid bujur sangkar 50–550 m, dinyatakan sebagai relative error (RE), lalu diplot terhadap spasi dengan ambang 10%, 20%, dan 50% untuk terukur, tertunjuk, dan tereka. Tiga ukuran support area diturunkan dari luas area penambangan. Spasi optimum berkisar 125–300 m untuk terukur, 225–500 m untuk tertunjuk, dan 500–1.075 m untuk tereka, dari support area terkecil hingga terbesar, dengan kadar abu sebagai variabel pengendali karena variabilitas relatifnya tertinggi. Perbesaran support area delapan kali lipat melebarkan rekomendasi spasi 2,1–2,3 kali meskipun data dan model variogram identik, sehingga ukurannya perlu dinyatakan eksplisit dalam pelaporan. Spasi yang direkomendasikan adalah 300 m, 500 m, dan 1075 m karena memenuhi ambang RE sekaligus persyaratan SNI 5015:2019 untuk kondisi geologi sederhana.