Fiber Optic Distributed Acoustic Sensing (FO-DAS) merupakan teknologi fotonik
masa depan yang menjanjikan untuk pemantauan aktivitas seismik secara kontinu
dan beresolusi spasial tinggi. Responsivitas sensor dipengaruhi oleh konstruksi
mekanik pelindung kabel pembungkus serat optic dalam aplikasinya. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis dan mengkuantifikasi secara komparatif sensitivitas
sistem DAS pada kabel armored bergeometri pipih dan kabel unarmored melalui
rangkaian eksperimen terkontrol menggunakan sumber getaran aktif pada rentang
frekuensi 50–600 Hz. Parameter pengujian difokuskan pada konfigurasi kabel yang
digulung serta dibentangkan linear dengan kondisi instalasi tertimpa sandbag.
Pengolahan data dilakukan secara komputasional untuk mengekstrak parameter
isyarat fotonik meliputi amplitudo domain waktu, Welch Power Spectral Density
(PSD), Signal-to-Noise Ratio (SNR), dan evaluasi stabilitas fasa dengan algoritma
SWAP rate. Hasil eksperimen pada kondisi kabel dibentangkan menunjukkan
bahwa karakteristik sensitivitas terhadap variasi frekuensi (100 Hz, 300 Hz, dan
500 Hz) membentuk tren non-linear. Kabel unarmored menunjukkan tingkat
responsivitas pada frekuensi tinggi 500 Hz dengan capaian SNR sebesar 27,5 dB,
unggul 1,6 dB dibandingkan kabel armored. Fenomena ini karena transfer regangan
(strain transfer) pada kabel unarmored bisa secara langsung menuju inti serat.
Kawat baja pada kabel armored bertindak sebagai low-pass filter alami akibat
inersia massa dan rigiditas struktur yang besar. Kabel armored memiliki keandalan
tinggi dalam mengisolasi inti serat dari derau lingkungan (background noise) meski
mengalami penurunan daya spektral pada frekuensi tinggi. Pengujian pada
frekuensi 100 Hz diidentifikasi sebagai frekuensi paling ideal untuk survei seismik
terapan karena memiliki daya tembus interferensi batuan yang optimal tanpa
mengalami pelemahan dini (attenuation loss).
Perpustakaan Digital ITB