digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Fiber Optic Distributed Acoustic Sensing (FO-DAS) merupakan teknologi fotonik masa depan yang menjanjikan untuk pemantauan aktivitas seismik secara kontinu dan beresolusi spasial tinggi. Responsivitas sensor dipengaruhi oleh konstruksi mekanik pelindung kabel pembungkus serat optic dalam aplikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkuantifikasi secara komparatif sensitivitas sistem DAS pada kabel armored bergeometri pipih dan kabel unarmored melalui rangkaian eksperimen terkontrol menggunakan sumber getaran aktif pada rentang frekuensi 50–600 Hz. Parameter pengujian difokuskan pada konfigurasi kabel yang digulung serta dibentangkan linear dengan kondisi instalasi tertimpa sandbag. Pengolahan data dilakukan secara komputasional untuk mengekstrak parameter isyarat fotonik meliputi amplitudo domain waktu, Welch Power Spectral Density (PSD), Signal-to-Noise Ratio (SNR), dan evaluasi stabilitas fasa dengan algoritma SWAP rate. Hasil eksperimen pada kondisi kabel dibentangkan menunjukkan bahwa karakteristik sensitivitas terhadap variasi frekuensi (100 Hz, 300 Hz, dan 500 Hz) membentuk tren non-linear. Kabel unarmored menunjukkan tingkat responsivitas pada frekuensi tinggi 500 Hz dengan capaian SNR sebesar 27,5 dB, unggul 1,6 dB dibandingkan kabel armored. Fenomena ini karena transfer regangan (strain transfer) pada kabel unarmored bisa secara langsung menuju inti serat. Kawat baja pada kabel armored bertindak sebagai low-pass filter alami akibat inersia massa dan rigiditas struktur yang besar. Kabel armored memiliki keandalan tinggi dalam mengisolasi inti serat dari derau lingkungan (background noise) meski mengalami penurunan daya spektral pada frekuensi tinggi. Pengujian pada frekuensi 100 Hz diidentifikasi sebagai frekuensi paling ideal untuk survei seismik terapan karena memiliki daya tembus interferensi batuan yang optimal tanpa mengalami pelemahan dini (attenuation loss).