Pergerakan struktur terapung, tak terkecuali struktur Spar, dipengaruhi oleh berbagai hal mulai dari pengaruh eksternal sistem seperti gelombang, arus dan angin, hingga
pengaruh internal sistem seperti geometri hull, Configurasi riser, dan konfigurasi mooring. Pada karya tulis ini akan dilakukan analisis mengenai pengaruh pola
mooring yang digunakan terhadap perilaku dinamik struktur spar.
Dalam studi ini, digunakan bantuan sebuah program simulasi dinamik kelautan untuk memodelkan lima konfigurasi pola mooring dengan 6 mooring line dan dua konfigurasi dengan 4 mooring line dengan gaya lingkungan dari arah Utara, Barat
Laut, dan Barat. Performa masing-masing konfigurasi mooring ditinjau berdasarkan perpindahan struktur dari posisi awal kemudian dibandingkan dengan standar offset
maksimum yang diatur dalam standar DNV-OS-E301 yaitu 2.5% kedalaman perairan.
Selain itu, ditinjau pula gaya tarik efektif maksimum yang terjadi pada masingmasing mooring kemudian dibandingkan dengan gaya tarik efektif ijin yang diatur dalam rekomendasi praktis API-RP-2SK yaitu dengan faktor keamanan sebesar 1.67 dari minimum breaking strength masing-masing material mooring line yang terdapat dalam data.
Hasil yang didapatkan adalah konfigurasi 1 yang memiliki 6 mooring line simetris dengan sudut antara mooring line 60o sebagai konfigurasi dengan performa terbaik dengan perpindahan akibat gaya lingkungan dari arah Utara, Barat Laut, maupun Barat bernilai konsisten. Selain itu didapatkan pula bahwa pada studi kasus dalam tugas akhir gaya arus memiliki efek lebih signifikan daripada gaya gelombang. Secara umum, performa mooring line dalam mempertahankan posisi struktur berkurang dengan menjauhnya mooring line dari arah datang gaya lingkungan.
Perpustakaan Digital ITB