2022 SK PP Levina Kerensa [19219058] - Full Text.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Abdul Aziz Ariarasa
Penggunaan augmented reality telah meningkat secara signifikan baik di bisnis maupun individu yang mulai mengadopsi teknologi ini ke dalam kehidupan mereka. Dengan meningkatnya jumlah bisnis aksesoris yang go-digital di dunia, augmented reality memiliki masa depan yang menjanjikan seiring dengan pertumbuhan Metaverse. Namun kenyataannya, penyedia augmented reality merasakan kesenjangan antara potensi dengan kondisi aktual pada proses mendapatkan pelanggan baru, pemilik bisnis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor utama pemilik bisnis aksesoris dalam mengadopsi augmented reality. Tujuan penelitian ini terdiri dari menentukan faktor pendukung dan faktor penghambat adopsi teknologi, serta rekomendasi untuk mengatasi permasalahan dalam adopsi augmented reality. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan penelitian wawancara in-depth, penelitian ini mengumpulkan data dengan menguji dan memvalidasi variabel-variabel yang dibuat berdasarkan teori-teori pendukung dari tinjauan pustaka dengan wawancara eksploratif bersama pemilik bisnis aksesoris. Dengan melakukan saturasi data dan open coding, ditemukan bahwa faktor yang paling berpengaruh yang mendukung adopsi adalah fungsi dari augmented reality itu sendiri yaitu untuk memvisualisasikan, mempromosikan, dan meningkatkan engagement pelanggan. Sedangkan faktor penghambat yang paling dikhawatirkan adalah ketidakpastian akan masa depan produk yang masih belum terlalu meyakinkan untuk diadopsi oleh pelaku usaha. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini, penyedia augmented reality perlu melakukan banyak perbaikan dalam lingkup produk dan teknologi dengan menyediakan filter yang lebih realistis, tepat, dan interaktif.
Perpustakaan Digital ITB