digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Molibdenum-99 (Mo-99) merupakan radioisotop penting yang banyak digunakan dalam kedokteran nuklir sebagai prekursor Teknesium-99m (Tc-99m), yang berperan signifikan dalam pencitraan dan diagnosis medis. Studi ini menganalisis potensi MoO? sebagai material target untuk produksi Mo-99 menggunakan reaktor acuan 10 MW yang dikembangkan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA). Simulasi Monte Carlo dilakukan menggunakan kode OpenMC, dengan data nuklir ENDF/B-VIII.0 untuk menghitung aktivitas Mo-99 yang dihasilkan sekaligus mengevaluasi karakteristik local heating dalam target. Analisis dilakukan untuk Mo alami serta Mo-98 yang diperkaya dalam bentuk target MoO3, dengan tingkat pengayaan antara 25% hingga 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengayaan Mo-98 menghasilkan aktivitas Mo-99 yang lebih tinggi, sementara distribusi pemanasan pada target MoO? menunjukkan pola daya yang konsisten di semua tingkat pengayaan, yang mengindikasikan bahwa pengayaan yang lebih tinggi tidak secara signifikan memengaruhi beban termal target. Dengan demikian, sistem pendingin yang ada tidak perlu mengalami modifikasi besar untuk mendukung target Mo dengan pengayaan tinggi. Di sisi lain, durasi iradiasi optimal ditemukan antara 7 hingga 10 hari, dengan aktivitas Mo-99 mendekati titik jenuh setelah sekitar 12 hari. Temuan ini dapat dipertimbangkan untuk mempersiapkan jadwal operasi reaktor sekaligus mengoptimalkan produksi Mo-99 di dalam teras reaktor.