Molibdenum-99 (Mo-99) merupakan radioisotop penting yang banyak
digunakan dalam kedokteran nuklir sebagai prekursor Teknesium-99m (Tc-99m),
yang berperan signifikan dalam pencitraan dan diagnosis medis. Studi ini
menganalisis potensi MoO? sebagai material target untuk produksi Mo-99
menggunakan reaktor acuan 10 MW yang dikembangkan oleh International Atomic
Energy Agency (IAEA). Simulasi Monte Carlo dilakukan menggunakan kode
OpenMC, dengan data nuklir ENDF/B-VIII.0 untuk menghitung aktivitas Mo-99
yang dihasilkan sekaligus mengevaluasi karakteristik local heating dalam target.
Analisis dilakukan untuk Mo alami serta Mo-98 yang diperkaya dalam bentuk
target MoO3, dengan tingkat pengayaan antara 25% hingga 95%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa peningkatan pengayaan Mo-98 menghasilkan aktivitas Mo-99
yang lebih tinggi, sementara distribusi pemanasan pada target MoO? menunjukkan
pola daya yang konsisten di semua tingkat pengayaan, yang mengindikasikan
bahwa pengayaan yang lebih tinggi tidak secara signifikan memengaruhi beban
termal target. Dengan demikian, sistem pendingin yang ada tidak perlu mengalami
modifikasi besar untuk mendukung target Mo dengan pengayaan tinggi. Di sisi lain,
durasi iradiasi optimal ditemukan antara 7 hingga 10 hari, dengan aktivitas Mo-99
mendekati titik jenuh setelah sekitar 12 hari. Temuan ini dapat dipertimbangkan
untuk mempersiapkan jadwal operasi reaktor sekaligus mengoptimalkan produksi
Mo-99 di dalam teras reaktor.
Perpustakaan Digital ITB