digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Yusrina Linati
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

TUGAS AKHIR Yusrina Linati
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Pulau Lombok berada pada zona tektonik kompleks akibat penunjaman Lempeng Australia di bawah Lempeng Sunda pada zona megathrust Jawa – Sunda di bagian Selatan serta keberadaan struktur sesar naik Flores Back Arc Thrust (FBAT) di bagian Utara. Rangkaian gempa bumi Lombok tahun 2018 yang bersumber dari segmen FBAT menghasilkan deformasi kerak bumi yang masih berlangsung selama beberapa tahun setelah gempa bumi utama dan dikenal sebagai deformasi postseismic. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi vektor perpindahan deformasi postseismic menggunakan data Global Navigation Satellite System (GNSS) periode 2018 – 2025 dari delapan stasiun, empat stasiun kontinu BIG dan empat stasiun campaign ITB, serta menganalisis kontribusi relaksasi viskoelastik terhadap deformasi postseismic. Data GNSS diolah menggunakan metode Precise Point Positioning (PPP) dengan perangkat lunak GipsyX, kemudian dikonversi ke dalam kerangka referensi sundablock menggunakan parameter Euler pole. Relaksasi viskoelastik dimodelkan menggunakan program VISCO1D dengan dua parameter rheologi acuan, sedangkan kontribusi afterslip diestimasi berdasarkan residual antara deformasi observasi dan deformasi hasil pemodelan viskoelastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deformasi postseismic secara umum dominan bergerak ke arah Barat – Utara dan mengalami peningkatan magnitudo dari Periode I (2019.5–2022) ke Periode II (2022–2025.4). Magnitudo deformasi hasil pemodelan relaksasi viskoelastik lebih kecil dibandingkan deformasi hasil observasi GNSS. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa relaksasi viskoelastik belum dapat menjelaskan seluruh deformasi postseismic yang teramati, sehingga terdapat kontribusi mekanisme afterslip yang lebih dominan. Hasil ini menunjukkan bahwa deformasi postseismic akibat rangkaian gempa bumi Lombok 2018 masih berlangsung hingga tahun 2025 dan merupakan respons gabungan antara afterslip dan relaksasi viskoelastik.