ABSTRAK Laksmi Arundhaty
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Laksmi Arundhaty
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Laksmi Arundhaty
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Laksmi Arundhaty
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Laksmi Arundhaty
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Laksmi Arundhaty
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Laksmi Arundhaty
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Laksmi Arundhaty
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Laksmi Arundhaty
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Nilai Ekonomi Karbon Biru merupakan topik yang sedang berkembang sejak
ditetapkan nya peraturan terbaru mengenai Nilai Ekonomi Karbon yakni Peraturan
Presiden No. 110 Tahun 2025. Desa Pegat Betumbuk memiliki potensi karbon biru
yang cukup besar dengan luasan hutan desa sebesar 11.000 hektar. Namun, hutan
mangrove Desa Pegat Betumbuk mengalami degradasi sejak dua puluh tahun ke
belakang karena pembukaan lahan untuk kegiatan akuakultur. Untuk menengahi
persoalan ini, konsep silvofishery hadir mengintegrasikan tambak dengan
mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman, perspektif, dan
penerimaan masyarakat terhadap implementasi Nilai Ekonomi Karbon Biru di
Pegat Betumbuk. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis perspektif lembaga
pada tingkat tapak. Metode penelitian ini adalah penelitian campuran (mixed
method) dengan pengambilan data kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar pemahaman masyarakat berada dalam kategori
sangat rendah terkait mangrove dan karbon. Temuan lainnya berupa dinamika
antaraktor dalam implementasi Nilai Ekonomi Karbon Biru.
Perpustakaan Digital ITB