digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Moehammad Ghazali Athoriq
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Moehammad Ghazali Athoriq
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Moehammad Ghazali Athoriq
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Moehammad Ghazali Athoriq
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Moehammad Ghazali Athoriq
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Moehammad Ghazali Athoriq
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Moehammad Ghazali Athoriq
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Moehammad Ghazali Athoriq
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Moehammad Ghazali Athoriq
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Pengelolaan sampah di Kota Bekasi menghadapi tekanan berat seiring kondisi TPA Sumur Batu yang telah lama kelebihan beban. Sebagai jalan keluar, pemerintah merencanakan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan teknologi moving grate incinerator, yang menandai pergeseran dari sistem padat karya menuju sistem termal padat modal dan membawa implikasi sosial bagi pekerja TPA. Kajian dampak sosial selama ini lebih banyak menyoroti penolakan warga di luar lokasi, sementara persepsi pekerja di dalam kawasan sebagai pihak yang paling langsung berhadapan dengan disrupsi masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis persepsi pekerja terhadap dampak sosial rencana proyek tersebut berdasarkan persepsi pekerja, dengan sasaran menganalisis alasan di balik pola pikir pekerja, mengidentifikasi karakteristik demografi dan sebaran opini, serta mengukur tingkat persepsi, penerimaan sosial, dan kesiapan adaptasi. Penelitian bersifat deskriptif evaluatif dengan pendekatan metode campuran strategi concurrent embedded, memadukan data sekunder, wawancara, dan kuesioner berskala Likert yang dipilih secara purposive, lalu dianalisis melalui analisis kualitatif deskriptif, statistik deskriptif, dan indeks persepsi dengan kerangka Social Impact Assessment. Hasil penelitian menunjukkan pekerja formal menerima rencana proyek dengan sangat baik, dengan penerimaan peluang dan kesiapan adaptasi yang tinggi serta persepsi risiko terhadap pekerjaan pada titik terendah, meski masih disertai kesenjangan informasi karena sosialisasi baru menjangkau tingkat manajerial. Berbeda dari studi sejenis yang menjadikan persepsi risiko warga sebagai penentu sikap dan menemukan penerimaan baru menguat setelah fasilitas beroperasi, penelitian ini mendapati penerimaan tinggi sudah muncul sebelum konstruksi dimulai. Kebaruannya terletak pada pengalihan fokus dari masyarakat luar pagar ke pekerja di dalam kawasan TPA, sekaligus menegaskan bahwa garis antara pekerja yang aman dan yang terancam berimpit dengan garis antara status formal dan informal. Penelitian ini menyumbang landasan empiris bahwa keberhasilan sosial proyek semacam ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh pemerataan informasi dan keadilan terhadap kelompok yang paling sedikit terlindungi.