digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Neni Marlina Br Sembiring
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

COVER Neni Marlina Br Sembiring
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Neni Marlina Br Sembiring
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Neni Marlina Br Sembiring
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Neni Marlina Br Sembiring
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Neni Marlina Br Sembiring
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Neni Marlina Br Sembiring
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Neni Marlina Br Sembiring
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Budidaya pakcoy (Brassica rapa L.) pada sistem vertical farming dengan irigasi tetes merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas pada lahan terbatas dengan penggunaan air yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi media tanam terhadap pertumbuhan vegetatif, laju pertumbuhan, dan neraca massa air, serta menentukan media tanam terbaik pada budidaya pakcoy. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan media tanam, yaitu tanah, pasir Malang, arang sekam, dan cocopeat, masing-masing enam ulangan, selama 40 hari setelah tanam. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, biomassa, laju pertumbuhan absolut (Absolute Growth Rate/AGR), neraca massa air, dan efisiensi penggunaan air (Water Use Ef iciency/WUE). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman pakcoy. Media tanah menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan tinggi tanaman 23,41 cm, jumlah daun 11 helai, dan diameter batang 9,50 mm pada saat panen. Di antara media tanpa tanah, cocopeat memberikan pertumbuhan terbaik dengan tinggi tanaman 17,85 cm, jumlah daun 11 helai, dan diameter batang 8,94 mm, sedangkan arang sekam menghasilkan tinggi tanaman 15,98 cm, jumlah daun 9 helai, dan diameter batang 9,20 mm. Pola AGR menunjukkan peningkatan selama fase vegetatif aktif dan menurun menjelang panen. Analisis neraca massa air menunjukkan bahwa media cocopeat memiliki kemampuan retensi air lebih tinggi dengan efisiensi penggunaan air sebesar 19,01 g/L, lebih tinggi dibandingkan arang sekam sebesar 17,02 g/L. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi media tanam memengaruhi pertumbuhan vegetatif, laju pertumbuhan, dan neraca massa air tanaman pakcoy pada sistem vertical farming dengan irigasi tetes. Media tanam tanah menghasilkan pertumbuhan vegetatif tertinggi, sedangkan cocopeat merupakan media tanam terbaik di antara media tanpa tanah karena memberikan keseimbangan terbaik antara pertumbuhan tanaman, retensi air, dan efisiensi penggunaan air.