digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Abraham Rivaldo Novelino Purba
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Abraham Rivaldo Novelino Purba
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Abraham Rivaldo Novelino Purba
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Abraham Rivaldo Novelino Purba
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Abraham Rivaldo Novelino Purba
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Abraham Rivaldo Novelino Purba
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Microwave irradiation berpotensi mengurangi gaya dan energi dalam penggalian mekanis batuan beresistensi tinggi. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi daya, durasi, dan siklus microwave irradiation terhadap respons termal dan keterpotongan sandstone menggunakan chisel pick serta menentukan perlakuan paling efektif. Penelitian kuantitatif eksperimental menggunakan sampel sandstone Cipatat berukuran 20 cm × 5 cm × 5 cm. Durasi diuji pada 3 hingga 15 menit dengan daya 900 W, daya pada 180 hingga 900 W selama 9 menit, dan siklus pada satu hingga lima kali penyinaran dengan daya 900 W selama 3 menit per siklus. Sampel tanpa perlakuan dan sampel teriradiasi diuji melalui small-scale linear rock cutting test untuk mengukur gaya potong puncak, gaya potong rata-rata, gaya normal ratarata, specific energy, dan instantaneous cutting rate. Pada durasi 15 menit, specific energy turun dari 23,43 menjadi 13,24 MJ/m³, sedangkan instantaneous cutting rate naik dari 0,123 menjadi 0,218 m³/jam. Daya 900 W memberikan hasil terbaik pada variasi daya. Lima siklus menghasilkan respons akhir terbaik dengan specific energy 12,55 MJ/m³ atau turun 46,44% dan instantaneous cutting rate 0,229 m³/jam atau naik 86,71%. Perubahan temperatur bidang potong berkorelasi negatif kuat hingga sangat kuat dengan specific energy. Penyinaran kontinu lebih konsisten pada sebagian besar waktu paparan setara, sedangkan lima siklus menghasilkan kinerja akhir terbaik.