COVER - Fadlan Nuha Mazaya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 - Fadlan Nuha Mazaya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Fadlan Nuha Mazaya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Fadlan Nuha Mazaya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Fadlan Nuha Mazaya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Fadlan Nuha Mazaya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Fadlan Nuha Mazaya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN - Fadlan Nuha Mazaya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Fraksi volume serat merupakan salah satu parameter utama yang menentukan performa mekanik komposit berpenguat serat. Penelitian sebelumnya pada biokomposit rami/high impact polypropylene (HIPP)-getah damar masih terbatas pada fraksi volume serat (Vf) sebesar 10%. Secara teoritis peningkatan jumlah serat dapat meningkatkan sifat mekanik komposit, namun fraksi volume serat yang terlalu tinggi dapat mengurangi performa mekanik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fraksi volume serat rami terhadap sifat fisik dan mekanik biokomposit rami/high impact polypropylene-getah damar. Kain unidirectional rami dialkalisasi terlebih dahulu menggunaan larutan NaOH 5%, sedangkan campuran HIPP-getah damar dengan konsentrasi getah damar 55% diproses melalui ekstrusi. Biokomposit dibuat menggunakan metode compression molding dengan target Vf 0%, 10%, 20%, dan 30%. Karakterisasi dan pengujian meliputi pengujian fraksi volume konstituen, densitas, tarik, dan impak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fraksi volume serat aktual sampel dengan target 30% hanya mencapai 25%. Peningkatan fraksi volume serat meningkatkan densitas biokomposit dari 0,973 g/cm3 pada Vf = 0% menjadi 0,998 g/cm3 pada Vf = 25%, sementara kandungan void pada Vf = 10 – 25% relatif tidak dipengaruhi oleh peningkatan fraksi volume serat. Kekuatan tarik dan modulus elastisitas meningkat, masing-masing dari 12,87 MPa dan 1,30 GPa menjadi 56,55 MPa dan 8,23 GPa. Ketahanan impak juga meningkat dari 13,13 kJ/m2 menjadi 23,03 kJ/m2. Dengan demikian, peningkatan fraksi volume serat hingga Vf = 25% meningkatkan sifat mekanik biokomposit, dan titik optimum belum teridentifikasi pada rentang fraksi volume yang diteliti.
Perpustakaan Digital ITB