Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh dari faktor individu, faktor lingkungan
fisik, dan beban kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja perusahaan furnitur PT
X menggunakan metode cross-sectional dengan melibatkan 25 pekerja PT X.
Variabel independen pada penelitian ini berupa faktor individu (usia, status
pernikahan, riwayat pendidikan, masa kerja, durasi kerja, durasi tidur, kebiasaan
merokok, dan riwayat penyakti), faktor lingkungan fisik (intensitas pencahayaan,
kebisingan, kelembaban, debu, serta indeks suhu basah dan bola), dan beban kerja.
Kelelahan kerja dinilai menggunakan metode subjective self-rating test (SSRT).
Persebaran kelelahan kerja yang terjadi pada 25 pekerja PT X menunjukkan 60%
mengalami tingkat kelelahan rendah dan 40% mengalami tingkat kelelahan sedang.
Mayoritas pekerja mengalami pelemahan saat berkegiatan dan kelelahan fisik. Uji
regresi pada penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara
kelelahan kerja dengan durasi tidur (P-value=0,016) dan kebisingan (Pvalue=0,031), sedangkan usia (P-value=0,092), status pernikahan (P-value=0,538),
masa kerja (P-value=0,884), durasi kerja (P-value=0,841, kebiasaan merokok (Pvalue=0,077), riwayat penyakit (P-value=0,090), intensitas pencahayaan (Pvalue=0,859), kelembaban (P-value=0,526), debu (P-value=0,798), indeks suhu
basah dan bola (P-value=0,918), dan beban kerja (P-value=0,534) tidak memiliki
pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil uji regresi, dilakukan analisis regresi
multivariat pada faktor yang memiliki p-value<0,25 (durasi tidur, kebisingan, usia,
kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit). Analisis regresi multivariat
menunjukkan bahwa kebiasaan merokok menjadi faktor multivariat yang paling
dominan dalam memengaruhi kelelahan (P-value=0,014).
Perpustakaan Digital ITB