ABSTRAK
Analisis Partisipasi Masyarakat Dan Strategi Dalam Pengelolaan
Sampah Di TPS 3R Kabupaten Bandung (Studi Kasus: TPS 3R
Bedas Asri, TPS 3R Plus Padamukti, Dan TPS 3R Kencana Asih
Bedas)
Oleh
Emilliana Khairiah
NIM: 25725030
(Program Studi Magister Pengelolaan Infrastruktur
Air Bersih dan Sanitasi)
Pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah
dengan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R) merupakan salah satu upaya
untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus
meningkatkan pengurangan sampah dari sumber. Namun, keberhasilan
pengelolaan TPS 3R tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, melainkan juga
dipengaruhi oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemilahan,
pengumpulan, pengolahan, dan pengelolaan sampah. Perbedaan karakteristik
sosial masyarakat pada setiap wilayah pelayanan menyebabkan tingkat partisipasi
masyarakat dan kinerja TPS 3R bervariasi sehingga diperlukan kajian mengenai
keberfungsian pengelolaan serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis keberfungsian pengelolaan TPS 3R serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat pada
TPS 3R Bedas Asri, TPS 3R Plus Padamukti, dan TPS 3R Kencana Asih Bedas di
Kabupaten Bandung, serta merumuskan strategi peningkatan partisipasi
masyarakat berdasarkan kondisi internal dan eksternal masing-masing TPS 3R.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan
eksplanatori. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan,
wawancara dengan pengelola dan instansi terkait, studi dokumentasi, serta
penyebaran kuesioner kepada 268 responden yang dipilih menggunakan teknik
purposive sampling. Analisis keberfungsian dilakukan berdasarkan Pedoman
Teknis TPS 3R Kementerian PUPR (2023) yang mencakup aspek teknis
operasional, kelembagaan, pembiayaan, peraturan, dan partisipasi masyarakat.
Selanjutnya, faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dianalisis
menggunakan path analysis dengan bantuan perangkat lunak SPSS melalui proses
trimming. Variabel yang dianalisis meliputi sikap, persepsi, ketersediaan fasilitas,
kepercayaan, kesediaan, pengetahuan, harapan, institusi, motivasi, dan kepuasan
masyarakat. Hasil analisis kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan strategi
melalui analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga TPS 3R memiliki tingkat
keberfungsian pada kategori cukup baik, dengan nilai keberfungsian sebesar 2,02
pada TPS 3R Bedas Asri, 2,49 pada TPS 3R Plus Padamukti, dan 2,395 pada TPS3R Kencana Asih Bedas. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala,
antara lain belum optimalnya pemilahan sampah dari sumber, keterbatasan sarana
dan prasarana pendukung, belum maksimalnya pengolahan sampah organik, serta
perlunya peningkatan sosialisasi dan penguatan kelembagaan pengelola. Hasil
analisis jalur menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi partisipasi
masyarakat sebesar 66,6% pada TPS 3R Bedas Asri, 80,0% pada TPS 3R Plus
Padamukti, dan 76,9% pada TPS 3R Kencana Asih Bedas. Setelah dilakukan
proses trimming, faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap partisipasi
masyarakat berbeda pada setiap lokasi penelitian. Pada TPS 3R Bedas Asri,
variabel kesediaan (? = 0,736) dan harapan (? = 0,115) berpengaruh positif,
sedangkan pengetahuan (? = -0,214) berpengaruh negatif terhadap partisipasi
masyarakat. Pada TPS 3R Plus Padamukti, variabel harapan (? = 0,268),
pengetahuan (? = 0,574), dan kepuasan masyarakat (? = 0,155) berpengaruh
positif dan signifikan terhadap partisipasi masyarakat. Sementara itu, pada TPS
3R Kencana Asih Bedas, variabel kesediaan menjadi faktor yang paling dominan
(? = 0,805), diikuti kepercayaan (? = 0,165) yang berpengaruh positif, sedangkan
institusi (? = -0,150) berpengaruh negatif terhadap partisipasi masyarakat.
Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa TPS 3R Bedas Asri dan TPS 3R
Kencana Asih Bedas berada pada Kuadran I sehingga strategi StrengthsOpportunities (SO) (nilai 3,54 dan 3,64) menjadi prioritas dengan memanfaatkan
kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang yang tersedia. Sementara itu,
TPS 3R Plus Padamukti berada pada kuadran dengan dominasi ancaman eksternal
sehingga strategi Strengths-Threats (ST) (nilai 3,58) diprioritaskan melalui
pemanfaatan kekuatan internal untuk mengurangi dampak ancaman yang
dihadapi. Strategi yang dihasilkan meliputi peningkatan edukasi dan sosialisasi
pemilahan sampah sejak sumber, penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber
daya manusia pengelola, penyediaan fasilitas pendukung, pengembangan sistem
insentif bagi masyarakat, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah,
pemerintah desa, pengelola TPS 3R, dan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan
bahwa strategi peningkatan partisipasi masyarakat tidak dapat diterapkan secara
seragam, melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik sosial, kondisi
kelembagaan, dan lingkungan strategis masing-masing TPS 3R agar pengelolaan
sampah berbasis masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB