digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Analisis Partisipasi Masyarakat Dan Strategi Dalam Pengelolaan Sampah Di TPS 3R Kabupaten Bandung (Studi Kasus: TPS 3R Bedas Asri, TPS 3R Plus Padamukti, Dan TPS 3R Kencana Asih Bedas) Oleh Emilliana Khairiah NIM: 25725030 (Program Studi Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi) Pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah dengan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R) merupakan salah satu upaya untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan pengurangan sampah dari sumber. Namun, keberhasilan pengelolaan TPS 3R tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, melainkan juga dipengaruhi oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemilahan, pengumpulan, pengolahan, dan pengelolaan sampah. Perbedaan karakteristik sosial masyarakat pada setiap wilayah pelayanan menyebabkan tingkat partisipasi masyarakat dan kinerja TPS 3R bervariasi sehingga diperlukan kajian mengenai keberfungsian pengelolaan serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberfungsian pengelolaan TPS 3R serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat pada TPS 3R Bedas Asri, TPS 3R Plus Padamukti, dan TPS 3R Kencana Asih Bedas di Kabupaten Bandung, serta merumuskan strategi peningkatan partisipasi masyarakat berdasarkan kondisi internal dan eksternal masing-masing TPS 3R. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan eksplanatori. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan instansi terkait, studi dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada 268 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis keberfungsian dilakukan berdasarkan Pedoman Teknis TPS 3R Kementerian PUPR (2023) yang mencakup aspek teknis operasional, kelembagaan, pembiayaan, peraturan, dan partisipasi masyarakat. Selanjutnya, faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dianalisis menggunakan path analysis dengan bantuan perangkat lunak SPSS melalui proses trimming. Variabel yang dianalisis meliputi sikap, persepsi, ketersediaan fasilitas, kepercayaan, kesediaan, pengetahuan, harapan, institusi, motivasi, dan kepuasan masyarakat. Hasil analisis kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan strategi melalui analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga TPS 3R memiliki tingkat keberfungsian pada kategori cukup baik, dengan nilai keberfungsian sebesar 2,02 pada TPS 3R Bedas Asri, 2,49 pada TPS 3R Plus Padamukti, dan 2,395 pada TPS3R Kencana Asih Bedas. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain belum optimalnya pemilahan sampah dari sumber, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, belum maksimalnya pengolahan sampah organik, serta perlunya peningkatan sosialisasi dan penguatan kelembagaan pengelola. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi partisipasi masyarakat sebesar 66,6% pada TPS 3R Bedas Asri, 80,0% pada TPS 3R Plus Padamukti, dan 76,9% pada TPS 3R Kencana Asih Bedas. Setelah dilakukan proses trimming, faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap partisipasi masyarakat berbeda pada setiap lokasi penelitian. Pada TPS 3R Bedas Asri, variabel kesediaan (? = 0,736) dan harapan (? = 0,115) berpengaruh positif, sedangkan pengetahuan (? = -0,214) berpengaruh negatif terhadap partisipasi masyarakat. Pada TPS 3R Plus Padamukti, variabel harapan (? = 0,268), pengetahuan (? = 0,574), dan kepuasan masyarakat (? = 0,155) berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi masyarakat. Sementara itu, pada TPS 3R Kencana Asih Bedas, variabel kesediaan menjadi faktor yang paling dominan (? = 0,805), diikuti kepercayaan (? = 0,165) yang berpengaruh positif, sedangkan institusi (? = -0,150) berpengaruh negatif terhadap partisipasi masyarakat. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa TPS 3R Bedas Asri dan TPS 3R Kencana Asih Bedas berada pada Kuadran I sehingga strategi StrengthsOpportunities (SO) (nilai 3,54 dan 3,64) menjadi prioritas dengan memanfaatkan kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang yang tersedia. Sementara itu, TPS 3R Plus Padamukti berada pada kuadran dengan dominasi ancaman eksternal sehingga strategi Strengths-Threats (ST) (nilai 3,58) diprioritaskan melalui pemanfaatan kekuatan internal untuk mengurangi dampak ancaman yang dihadapi. Strategi yang dihasilkan meliputi peningkatan edukasi dan sosialisasi pemilahan sampah sejak sumber, penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia pengelola, penyediaan fasilitas pendukung, pengembangan sistem insentif bagi masyarakat, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola TPS 3R, dan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan partisipasi masyarakat tidak dapat diterapkan secara seragam, melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik sosial, kondisi kelembagaan, dan lingkungan strategis masing-masing TPS 3R agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.