Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pembinaan atlet sepak bola
kelompok usia melalui kajian longitudinal pada Piala Soeratin U15 tahun 2023 hingga
Piala Soeratin U17 tahun 2025 di Provinsi Jawa Barat. Fokus penelitian diarahkan pada
tingkat retensi dan dropout pemain pada fase transisi dari U15 ke U17, fenomena late
entry pada kategori U17, serta pengaruh Relative Age Effect (RAE) terhadap
keberlanjutan partisipasi atlet muda. Pendekatan longitudinal digunakan untuk
melacak keberlanjutan partisipasi pemain antar kelompok usia dalam rentang waktu
dua tahun. Data diperoleh dari daftar pemain resmi dan dokumen registrasi kompetisi
yang terintegrasi dengan sistem PSSI (SIAP), mencakup distribusi tanggal lahir, status
retensi, dropout, dan late entry. Analisis dilakukan secara kuantitatif dengan
mengelompokkan pemain ke dalam kuartil usia kelahiran (Q1–Q4) dan menguji
hubungan antara kuartil usia dengan status retensi, dropout, dan late entry
menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat retensi
pemain dari U15 ke U17 relatif rendah, dengan hanya 19,55% pemain U15 yang
tercatat kembali pada kompetisi U17 dua tahun kemudian. Analisis statistik
menunjukkan bahwa RAE berpengaruh signifikan terhadap retensi dan dropout pemain
pada fase U15, di mana pemain yang lahir pada kuartil awal tahun (Q1–Q2) memiliki
peluang lebih besar untuk bertahan hingga U17, sementara pemain dari kuartil akhir
(Q3–Q4) cenderung mengalami dropout lebih tinggi. Sebaliknya, RAE tidak
menunjukkan pengaruh signifikan terhadap fenomena late entry pada kategori U17,
yang didominasi oleh pemain baru yang tidak berasal dari sistem kompetisi U15
sebelumnya. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa RAE berperan
terutama sebagai mekanisme seleksi dan eliminasi dini dalam pembinaan sepak bola
usia muda, namun tidak menentukan peluang masuk ke sistem pada usia remaja akhir.
Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penerapan pendekatan pembinaan
jangka panjang yang lebih inklusif dan berorientasi pada perkembangan individu, guna
meminimalkan kehilangan atlet potensial pada tahap awal pengembangan.
Perpustakaan Digital ITB